Sysco Akuisisi Jetro Restaurant Depot Senilai $29 Miliar

Sysco Corp mengumumkan rencana akuisisi Jetro Restaurant Depot senilai $29 miliar, langkah strategis untuk memperluas jaringan distribusi makanan ke restoran independen yang sensitif terhadap harga. Pengumuman ini membuat saham Sysco merosot hingga 14,8%, lantaran perusahaan akan membiayai transaksi dengan $21 miliar utang baru dan hibrida, ditambah $1 miliar dalam bentuk kas dan ekuitas.

Akuisisi ini menandai salah satu transaksi besar terbaru di sektor konsumen, menyusul merger yang digodok perusahaan seperti Unilever, Estee Lauder, dan Pernod Ricard, yang bertujuan memperkuat skala bisnis di tengah permintaan melemah dan biaya operasional tinggi.

Jetro Restaurant Depot, bisnis keluarga yang mengoperasikan model grosir “cash-and-carry”, memiliki 166 lokasi di 35 negara bagian AS. Pelanggan membayar langsung untuk produk makanan, minuman, dan perlengkapan takeaway, melengkapi jaringan pengiriman Sysco ke restoran, rumah sakit, dan hotel. Menurut CEO Sysco, Kevin Hourican, model ini tahan terhadap resesi dan kerap menarik pelanggan saat ekonomi melemah karena harga yang kompetitif.

Transaksi dan Kepemilikan

Pemegang saham Jetro akan menerima $21,6 miliar dalam bentuk tunai dan 91,5 juta saham Sysco, setara sekitar $7,5 miliar, yang memberikan mereka 16% kepemilikan di perusahaan gabungan. Sysco menargetkan peningkatan laba per saham sebesar angka satu digit menengah hingga tinggi pada tahun pertama setelah akuisisi, yang diperkirakan rampung pada kuartal ketiga fiskal 2027.

Meskipun sebelumnya akuisisi US Foods oleh Sysco ditolak regulator karena dikhawatirkan menciptakan monopoli, Hourican optimistis transaksi ini akan disetujui. Kedua perusahaan beroperasi di saluran berbeda dengan sedikit overlap pelanggan, sehingga potensi pengaruh terhadap harga terbatas.

Alasan penjualan Jetro juga terkait suksesi keluarga; pendiri Nathan Kirsh telah berusia 90-an dan anak-anaknya tidak mengelola bisnis. Menurut Hourican, Sysco dianggap sebagai “rumah terbaik” untuk melanjutkan pertumbuhan perusahaan ke generasi berikutnya.

Sysco menegaskan, meski akuisisi sedang berjalan, program pembelian kembali saham akan ditunda, dan target laba tahunan tetap dipertahankan. Perusahaan tetap optimistis karena permintaan produk makanan, termasuk steak, fillet, dan makanan beku untuk jaringan cepat saji seperti KFC dan Subway, masih stabil di tengah tekanan ekonomi makro.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *