China Southern Airlines akhirnya mencatat laba bersih 857 juta yuan pada 2025, mengakhiri periode kerugian selama lima tahun berturut-turut. Kinerja ini menandai titik balik penting bagi maskapai tersebut setelah terpukul pandemi dan tekanan industri penerbangan global.
Pada tahun sebelumnya, maskapai ini masih membukukan kerugian sekitar 1,7 miliar yuan. Namun sepanjang 2025, kinerja keuangan China Southern membaik seiring peningkatan jumlah penumpang serta optimalisasi rute domestik dan internasional.
Selain itu, perusahaan juga memperkuat efisiensi operasional. Pengendalian biaya yang lebih ketat dan peningkatan utilisasi armada menjadi faktor utama yang mendorong laba China Southern 2025.
Pemulihan Industri Dorong Kinerja
Perbaikan performa ini tidak lepas dari pemulihan sektor penerbangan China. Mobilitas masyarakat yang meningkat pascapandemi turut mendongkrak permintaan perjalanan udara.
Di sisi lain, maskapai juga memanfaatkan momentum dengan menyesuaikan kapasitas penerbangan dan meningkatkan layanan kargo. Strategi ini membantu memperbaiki arus kas dan menekan beban operasional.
Menariknya, China Southern menjadi satu-satunya dari tiga maskapai besar China yang berhasil mencatat laba sepanjang 2025. Kompetitor seperti Air China dan China Eastern Airlines masih berada dalam tekanan kerugian.
Tantangan Masih Membayangi
Meski kembali mencetak keuntungan, prospek ke depan belum sepenuhnya stabil. Maskapai masih menghadapi lonjakan harga bahan bakar, kenaikan biaya operasional, serta persaingan ketat di pasar domestik.
Tekanan juga datang dari ekspansi jaringan kereta cepat di China yang menawarkan alternatif transportasi lebih murah dan efisien. Kondisi ini membuat maskapai harus terus menjaga efisiensi agar tetap kompetitif.
Bahkan, pada kuartal terakhir 2025, perusahaan sempat kembali mencatat kerugian sebelum akhirnya menutup tahun dengan kinerja positif.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com