Mantan Ketua Dewan Ben & Jerry’s Gugat Unilever atas Dugaan Fitnah

Anuradha Mittal, mantan ketua dewan independen Ben & Jerry’s yang diberhentikan Desember lalu, menggugat Unilever dan unit es krimnya, Magnum, atas tuduhan fitnah. Gugatan ini menyoroti upaya perusahaan untuk merusak reputasi Mittal karena mendukung hak-hak Palestina.

Gugatan diajukan di Pengadilan Federal Oakland, California. Mittal menuding Unilever dan Magnum menyebarkan klaim palsu, termasuk dugaan penggelapan dana, penerimaan keuntungan tidak sah, dan menciptakan lingkungan kerja beracun, yang membuatnya dianggap tidak layak memimpin dewan. Dampak klaim ini, menurut Mittal, memicu depresi dan insomnia kronis.

Konflik ini merupakan kelanjutan perselisihan panjang antara Ben & Jerry’s dan Unilever sejak 2021. Ketegangan meningkat setelah Unilever memisahkan unit Magnum pada Maret 2024 dan diduga mencoba mengurangi otonomi dewan Ben & Jerry’s serta melemahkan misi sosial perusahaan. Mittal menegaskan tindakan Unilever dilakukan dengan “niat jahat,” atau mengetahui pernyataannya salah dan mengabaikan kebenaran.

Ben & Jerry’s dikenal sejak didirikan pada 1978 sebagai merek yang mengusung misi sosial, dan diakuisisi Unilever pada 2000. Perselisihan memuncak ketika Ben & Jerry’s menghentikan penjualan es krim di Tepi Barat yang diduduki Israel, memicu tuntutan hukum pada November 2024 agar Unilever tidak membongkar dewan dan menghentikan aktivitas sosial progresifnya.

Magnum menyebut gugatan ini “menyedihkan” namun tetap berkomitmen mendukung Ben & Jerry’s. Mittal menuntut ganti rugi kompensasi dan hukuman, meski jumlahnya belum disebutkan.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *