Singapura Genjot Jadi Pusat Perdagangan Emas Asia

Singapura meluncurkan strategi ambisius untuk menjadi pusat perdagangan emas bagi seluruh Asia. Pemerintah dan pelaku industri bekerja sama memperkuat infrastruktur kliring, penyimpanan, dan transaksi emas, sekaligus menciptakan ekosistem perdagangan bernilai tinggi.

Otoritas Moneter Singapura (MAS) bersama Singapore Bullion Market Association (SBMA) menyoroti empat fokus utama dalam rencana ini: memperluas produk pasar modal terkait emas, membangun sistem kliring dan penyelesaian transaksi yang andal, meningkatkan standar logistik dan penyimpanan, serta meninjau layanan vault untuk bank sentral dan entitas pemerintah asing.

Chee Hong Tat, Menteri Pembangunan Nasional sekaligus Wakil Ketua MAS, menegaskan bahwa tujuan langkah ini bukan spekulasi harga emas jangka pendek, melainkan membangun ekosistem yang menarik aktivitas perdagangan emas dan investasi bernilai tinggi ke Singapura. Kelompok kerja yang dibentuk sejak Januari ini melibatkan bank dan lembaga keuangan besar seperti DBS, ICBC Standard Bank, JPMorgan, UBS, UOB, SGX, serta World Gold Council.

Langkah ini sejalan dengan tren di kawasan Asia, di mana Hong Kong dan Shanghai juga memperluas kerja sama di sektor emas. Februari lalu, OCBC mengumumkan tengah menjajaki layanan penyimpanan emas fisik untuk klien institusi dan kelas atas, menandai peluang baru bagi investor dan perdagangan bullion di Singapura.

Permintaan emas di kawasan tetap kuat meski harga global sempat tertekan akibat dolar AS menguat, harga minyak naik, dan kekhawatiran suku bunga tinggi akibat konflik Timur Tengah. Strategi Singapura bertujuan memanfaatkan momentum ini dengan memperkuat ekosistem perdagangan, kliring, dan penyimpanan yang andal.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *