Rusia menegaskan tidak akan mengganggu kepentingan perusahaan AS di Caspian Pipeline Consortium (CPC) meski muncul saran untuk memblokir pasokan minyak dari Kazakhstan. Pernyataan ini disampaikan juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, pada Jumat (27/3).
Peskov menekankan, selain mitra Amerika, CPC juga melibatkan perusahaan Kazakhstan, dan Rusia tetap bertindak sebagai penjamin keamanan energi global. “Kami memastikan operasi CPC berjalan stabil dan aman, tanpa terpengaruh oleh sanksi atau ketegangan politik,” ujarnya dalam konferensi pers melalui telepon.
Terminal CPC yang berlokasi dekat pelabuhan Novorossiysk, Laut Hitam, sempat mengalami gangguan operasional akibat serangan drone Ukraina. Peskov menyebut serangan itu sebagai bentuk pemerasan energi, yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan Rusia, AS, maupun Kazakhstan.
CPC sendiri merupakan jalur penting bagi ekspor minyak dari Kazakhstan melalui Rusia, dengan saham mayoritas dipegang oleh perusahaan besar AS seperti Chevron dan ExxonMobil. Jalur ini berperan strategis dalam memastikan pasokan energi tetap stabil bagi pasar global.
Meski tekanan internasional dan serangan militer sempat memicu kekhawatiran, Kremlin menegaskan komitmennya menjaga kontinuitas operasional CPC dan melindungi kepentingan mitra internasional.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com