Petani India Raup Untung dari Budidaya Buah Naga

Arun Srinivas mengambil langkah besar meninggalkan dunia finansial untuk mengembangkan bisnis pertanian di Karnataka, India selatan. Dengan menjual semua saham dan emasnya pada 2020, ia menanamkan modal di lahan keluarga, memilih buah naga sebagai komoditas utama. Keputusannya terbukti menguntungkan: dari 11 hektar lahan, ia kini menghasilkan sekitar 220 ton buah naga per tahun.

Srinivas menekuni budidaya ini seperti mengelola investasi. Ia mengunjungi puluhan kebun, berbincang dengan petani, menganalisis risiko dan potensi keuntungan—mirip strategi analisis saham. Menurutnya, buah naga tidak hanya memberikan hasil finansial yang menjanjikan, tetapi juga minim kebutuhan air dan risiko penyakit dibandingkan tanaman buah lain.

Budidaya buah naga memang unik karena tanaman ini berupa kaktus merambat yang biasanya ditopang tiang beton dengan cincin di atasnya agar sulur dapat menggantung. Meski berasal dari Amerika Tengah, Vietnam kini menjadi produsen utama, sementara India mulai mengejar pangsa pasar. Dukungan pemerintah, termasuk apresiasi dari Perdana Menteri Modi pada 2020 terhadap petani di Gujarat, mendorong popularitas komoditas ini.

Pertumbuhan Pesat dan Strategi Petani

Dr G Karunakaran dari Indian Institute of Horticultural Research di Bengaluru menyebutkan, budidaya serius baru dimulai sekitar 2013–2014, meski buah naga masuk India sejak 2009. Penyebarannya meningkat pesat setelah 2021 berkat pemberitaan media, mirip fenomena adopsi ponsel. Keunggulannya, buah naga dapat dipanen selama enam bulan penuh, memberikan pendapatan bulanan yang stabil untuk keluarga petani.

Salah satu tantangan teknis adalah proses penyerbukan bunga yang hanya mekar di malam hari. Di Karnataka, Srinivas memanfaatkan lebah untuk mengurangi intervensi manusia. Sementara di Wayanad, Kerala, Cheradeep Ma memilih varietas yang dapat melakukan penyerbukan sendiri untuk menghindari risiko satwa liar saat melakukan panen malam hari.

Ma, yang beralih dari kopi dan lada pada 2020, kini mengelola 80–100 varietas buah naga. Varietas unggulan dipilih untuk dijual ke petani lain, sekaligus memperkuat keberlanjutan finansial kebun.

Varietas dan Modernisasi Budidaya

Dr Sunila Kumari, pendiri Dragonflora Farms, meneliti varietas terbaik di India sejak 2019. Dari koleksi varietas nasional, ia memilih tanaman dengan hasil buah besar dan produktivitas tinggi sebagai “elite mother plants.” Konsumen domestik lebih menyukai buah naga merah berukuran besar karena rasa dan tampilannya lebih menarik, sehingga harga pasar lebih tinggi.

Namun, untuk bersaing secara global, India perlu mengadopsi teknologi modern. “Kita harus beralih dari produksi massal ke strategi ekspor presisi tinggi,” kata Kumari. Sistem tiang dan ban sederhana harus diganti dengan trellis berkapasitas tinggi, disertai jaringan pre-cooling bertenaga surya dan logistik cold-chain untuk menjaga kualitas saat ekspor. Ia menekankan, buah naga bukan sekadar kaktus tahan banting, tetapi aset hortikultura bernilai tinggi.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *