Meta dan YouTube Dihukum $6 Juta atas Dampak Media Sosial pada Remaja

Juri di Los Angeles memutuskan Meta dan Google harus membayar total $6 juta kepada seorang wanita muda, Kaley, yang menggugat perusahaan tersebut atas dampak kecanduan media sosial sejak masa kanak-kanaknya. Keputusan ini menyoroti risiko platform seperti Instagram, Facebook, WhatsApp, dan YouTube terhadap kesehatan mental anak-anak dan remaja.

Dari total ganti rugi, $3 juta diberikan sebagai kompensasi, sementara $3 juta lagi berupa hukuman tambahan karena juri menilai kedua perusahaan bertindak dengan “malice, oppression, atau fraud”. Meta akan menanggung 70% dari total ganti rugi, sisanya Google. Perusahaan menyatakan akan mengajukan banding atas putusan ini.

Kasus ini menambah tekanan global terhadap perusahaan media sosial terkait perlindungan anak-anak. Beberapa negara, termasuk Australia, sudah menerapkan pembatasan untuk anak di bawah 16 tahun, sementara Inggris tengah menguji kebijakan larangan media sosial untuk remaja.

Kronologi dan Dampak terhadap Kaley

Kaley mulai menggunakan Instagram pada usia 9 tahun dan YouTube pada 6 tahun, tanpa ada upaya serius dari platform untuk memblokir aksesnya. Ia kemudian mengalami kecemasan, depresi, dan body dysmorphia, kondisi yang membuatnya terobsesi dengan penampilan fisik. Pengacara Kaley menilai fitur seperti infinite scroll sengaja dirancang untuk membuat pengguna, termasuk anak-anak, kecanduan.

Selama persidangan, mantan eksekutif Meta dan penelitian internal perusahaan menunjukkan bahwa anak-anak menjadi target karena lebih mungkin menghabiskan waktu lama di platform. Kepala Instagram, Adam Mosseri, sempat menyebut penggunaan 16 jam sehari oleh remaja sebagai “problematic”, bukan bukti kecanduan.

Kasus ini juga menimbulkan reaksi luas dari masyarakat dan tokoh publik. Prime Minister Sir Keir Starmer menekankan perlunya perlindungan lebih bagi anak-anak, sementara Duke dan Duchess of Sussex menyebut vonis ini sebagai “reckoning” untuk industri media sosial.

Kasus serupa lainnya, termasuk gugatan terhadap TikTok, Snap, dan Meta di New Mexico, menunjukkan gelombang tuntutan hukum yang semakin meningkat. Kaley dan pengacaranya berharap putusan ini menjadi sinyal jelas bahwa perusahaan teknologi tidak kebal terhadap tanggung jawab hukum terkait keselamatan anak-anak.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *