Inflasi konsumen Inggris pada Februari 2026 tercatat stabil di angka 3%, sedikit di atas target pemerintah 2%, di tengah kekhawatiran lonjakan harga akibat konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan biaya energi global.
Data resmi dari Office for National Statistics (ONS) menunjukkan, indeks harga konsumen (CPI) tidak berubah dibanding Januari, sesuai prediksi ekonom. Penurunan inflasi makanan, terutama pada minyak zaitun, tepung, dan pizza, mendorong angka keseluruhan sedikit lebih stabil. Namun, Food and Drink Federation menilai ini sebagai “ketenangan sebelum badai” karena harga energi dan pupuk diprediksi melonjak.
Sebelumnya, Bank of England memperkirakan inflasi CPI akan turun ke 2% pada kuartal kedua 2026, membuka peluang pemangkasan suku bunga. Namun, rapat terakhir komite kebijakan moneter mempertahankan tingkat suku bunga, dan pasar kini memperkirakan kemungkinan kenaikan.
ONS mencatat, tekanan naik pada inflasi Februari sebagian besar berasal dari kenaikan harga pakaian, meski turun dibanding tahun lalu. Sementara harga bensin yang dikumpulkan sebelum perang Iran cenderung menurun. Pasca konflik, harga bensin meningkat drastis, dengan RAC melaporkan kenaikan 12p per liter atau 9% pada akhir pekan lalu. Penurunan harga minuman beralkohol dan rokok (-0,1% bulanan) menjadi faktor penekan lainnya.
Inflasi makanan tahunan turun dari 3,6% pada Januari menjadi 3,3% pada Februari, terendah sejak Maret 2025. Namun, kenaikan biaya pupuk akibat blokade laut di Teluk Persia berpotensi mendorong harga makanan kembali naik. Karen Betts, CEO Food and Drink Federation, menekankan, “Semakin lama konflik berlangsung, semakin besar dampaknya pada harga pangan. Biaya energi, bahan bakar laut, dan pupuk yang tinggi akan menambah tekanan harga.”
Core inflation, yang mengecualikan faktor volatil seperti makanan dan energi, justru naik menjadi 3,2% dari 3,1% pada Januari. Kondisi ini menjadi perhatian bagi pengambil kebijakan di Bank of England karena kenaikan harga bisa menyebar ke sektor lain di luar dampak langsung konflik. Komite kebijakan moneter akan kembali menetapkan suku bunga pada 30 April.
Menteri Keuangan Rachel Reeves menyatakan, pemerintah siap menghadapi ketidakpastian global dengan rencana yang tepat, termasuk pengurangan £150 untuk tagihan energi dan dukungan targeted bagi rumah tangga terdampak kenaikan harga minyak dan listrik. “Kami juga meninjau opsi perlindungan bagi warga dari lonjakan harga tidak adil, menurunkan biaya makanan di kasir, dan memangkas birokrasi,” ujarnya.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com