Harta warisan almarhum pengusaha teknologi asal Inggris, Mike Lynch, diwajibkan membayar kompensasi senilai £920 juta kepada Hewlett Packard Enterprise (HPE). Keputusan ini dikeluarkan oleh Pengadilan Tinggi London, dua tahun setelah Lynch tewas dalam kecelakaan superyacht.
Jumlah £920 juta mencakup ganti rugi, biaya, dan bunga terkait akuisisi firma perangkat lunak Autonomy oleh Hewlett-Packard (HP), yang sebelumnya mencapai nilai £8,2 miliar. Sebelumnya, Pengadilan Inggris pada 2022 memutuskan Lynch menyesatkan perusahaan AS tersebut dalam transaksi itu.
Nilai harta Lynch diperkirakan sekitar £500 juta, sehingga putusan ini berpotensi membuat warisan tersebut bangkrut. Lynch bersama enam orang lainnya, termasuk putrinya yang berusia 18 tahun, Hannah, meninggal pada Agustus 2024 saat merayakan bebasnya dia dari tuduhan penipuan di AS terkait akuisisi Autonomy senilai $11 miliar pada 2011.
HP menuduh Lynch dan mantan CFO Autonomy, Sushovan Hussain, membesar-besarkan nilai perusahaan sebelum akuisisi. HP kemudian menurunkan nilai Autonomy hingga $8,8 miliar dalam setahun setelah transaksi. Perusahaan AS itu sempat menuntut hingga $4,55 miliar dari warisan Lynch, meski pengadilan menilai klaim tersebut “berlebihan”.
Pada putusan sebelumnya, pengadilan menetapkan kompensasi £700 juta, sedangkan angka £920 juta kini sudah termasuk biaya dan bunga. Upaya pengacara Lynch untuk mengajukan banding ditolak, meski warisan masih bisa mengajukan langsung ke Mahkamah Banding.
HPE menyambut baik keputusan ini sebagai langkah maju untuk menyelesaikan sengketa. Sementara, pihak keluarga Lynch menyatakan kekecewaannya, menegaskan klaim $5 miliar HP sudah terbukti berlebihan, dan menilai kerugian Autonomy lebih disebabkan oleh kesalahan HP sendiri, bukan tindakan Lynch.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com