Pemerintah Australia menegaskan pasokan bahan bakar negara tetap aman meski harga BBM melonjak tajam dan beberapa wilayah mengalami kelangkaan akibat perang di Iran. Perdana Menteri Anthony Albanese menekankan langkah pemerintah untuk melindungi masyarakat dari dampak paling buruk krisis energi global ini.
Menurut Menteri Energi Chris Bowen, dalam beberapa pekan ke depan, ketersediaan bensin, solar, dan minyak di Australia diprediksi sama atau lebih tinggi dari kondisi normal. Namun, di lapangan, beberapa pompa bensin mengalami kehabisan BBM, terutama di Queensland dan New South Wales, yang merupakan negara bagian terpadat.
Di Cairns, satu pompa bensin independen melaporkan habisnya stok bensin tanpa timbal, sementara harga solar naik 85% dibanding sebelum konflik Iran. Secara nasional, harga rata-rata bensin kini mencapai 238 sen Australia per liter, naik dari 171 sen empat minggu lalu. Solar di Sydney menyentuh rekor tertinggi 314,5 sen per liter, menurut data NRMA.
Kelangkaan bahan bakar bukan karena pasokan menurun, tetapi akibat perubahan pola beli masyarakat. Banyak pengendara mengisi jeriken untuk disimpan di rumah, sementara perusahaan transportasi mendorong sopir untuk membeli solar jika tangki masih setengah penuh. Pompa bensin independen juga kesulitan memperoleh stok karena tidak memiliki kontrak jangka panjang dengan perusahaan minyak.
Pemerintah merespons dengan membuka cadangan minyak nasional dan menurunkan standar bahan bakar guna mengatasi kelangkaan. Albanese dijadwalkan menggelar pertemuan darurat kabinet nasional untuk membahas strategi lebih lanjut, tanpa memberlakukan rasio bahan bakar. Tekanan pasar energi global juga meningkat setelah siklon di Australia Barat menutup sementara dua pabrik LNG terbesar dunia, Gorgon dan Wheatstone, yang memasok sekitar 5% kebutuhan global, menurut Chevron.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com