India menghadapi tekanan pada pasokan pupuk akibat gangguan jalur pengiriman dari kawasan Teluk menyusul perang di Timur Tengah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap produksi pangan dan potensi kenaikan harga makanan di negara dengan konsumsi pupuk terbesar kedua dunia setelah China.
Pemerintah India menegaskan telah menyiapkan langkah untuk menjaga ketersediaan pupuk, terutama menjelang musim tanam utama. Saat ini, stok urea, jenis pupuk nitrogen yang paling banyak digunakan, tercatat sekitar 6,2 juta ton per 19 Maret, cukup untuk mendukung penanaman musim hujan (Juni–September) jika situasi tetap normal.
Meski begitu, analis menyoroti risiko jangka panjang jika perang di Timur Tengah berlanjut. Sebagian besar urea India dibuat dari gas alam yang 85% dipasok dari kawasan Teluk melalui Selat Hormuz. Gangguan distribusi saat ini membuat pabrik pupuk hanya menerima sekitar 70% kebutuhan gas, memaksa beberapa produsen memangkas produksi.
Dampak pada Petani dan Produksi
Petani di Punjab dan Haryana, wilayah penghasil gandum dan padi utama, saat ini belum merasakan kekurangan. Mereka biasanya mulai membeli urea pada Mei untuk musim tanam Juni–Juli. Namun, beberapa pakar memperingatkan bahwa daerah dengan penggunaan pupuk rendah lebih rentan terhadap gangguan pasokan.
Alberto Persona dari S&P Global Energy menilai, “Gangguan pasokan hingga empat minggu masih dapat diatasi dengan produksi lokal atau impor alternatif. Jika lebih dari itu, kekhawatiran akan meningkat.” Sementara itu, mantan Sekretaris Pertanian India Siraj Hussain menyebut pemerintah perlu menyiapkan skenario kekurangan urea dan pupuk lain agar musim panen tidak terganggu.
Harga global pupuk telah melonjak, seiring kenaikan harga gas di Asia. Kondisi ini berpotensi mendorong beberapa petani mengurangi pemupukan meski dampak langsung pada hasil panen diprediksi masih terbatas. Persona menambahkan, pergerakan harga pangan sering kali dipengaruhi oleh ekspektasi pasar, bukan semata kondisi panen saat ini.
Pemerintah India tengah mendorong peningkatan produksi domestik dan diversifikasi sumber impor untuk mengurangi ketergantungan pada beberapa negara. Menteri Pertanian Shivraj Singh Chouhan meminta jajarannya memastikan distribusi pupuk berjalan lancar dan merata.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com