OpenAI resmi menghentikan seluruh layanan aplikasi video berbasis AI, Sora, yang sempat viral tahun lalu. Keputusan ini diumumkan melalui akun resmi Sora di media sosial pada Selasa, menandai akhir perjalanan aplikasi mobile yang baru dirilis September 2025.
Sora dikenal sebagai platform video pendek mirip TikTok, namun seluruh kontennya dihasilkan AI. Meski sempat meraih posisi teratas di App Store AS, popularitasnya menurun drastis ke peringkat 172 kategori aplikasi gratis, menurut data SensorTower. OpenAI menyatakan, penghentian mencakup aplikasi dan API konsumen.
Langkah ini sejalan dengan rencana OpenAI mengalihkan sumber daya komputasi Sora ke proyek yang dianggap lebih strategis, termasuk pengembangan kecerdasan buatan umum (AGI) dan simulasi dunia untuk robotika. Tujuannya, meningkatkan kemampuan AI dalam membantu manusia menyelesaikan tugas fisik di dunia nyata.
CEO OpenAI, Fidji Simo, menekankan bahwa perusahaan ingin fokus pada momentum pengembangan AI dan menghindari distraksi oleh proyek sampingan. Penghentian Sora juga menandai berakhirnya kerja sama dengan The Walt Disney Company, yang sebelumnya menyediakan lebih dari 200 karakter untuk pembuatan video oleh pengguna Sora.
Meski Sora akan dihentikan, aplikasi masih bisa diakses sementara di App Store dan Google Play Store hingga jadwal resmi penutupan diumumkan. OpenAI menegaskan, tujuan utama Sora sejak awal adalah sebagai sarana melatih AI memahami dinamika dunia fisik, bukan sekadar hiburan.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com





