Pos Indonesia Gunakan 1.000 Robot AI untuk Tingkatkan Efisiensi Operasional

robot logistik AI
Sumber Foto : Google

PT Pos Indonesia (Persero) mempercepat transformasi digital dengan menghadirkan robot logistik AI dalam operasionalnya. Perusahaan pelat merah ini telah mengoperasikan sekitar 1.000 unit robot sejak 2023. Teknologi tersebut menjadi bagian dari strategi modernisasi layanan dan penguatan kolaborasi industri kurir nasional.

Direktur Business Development & Portfolio Management PT Pos Indonesia, Prasabri Pesti, menyampaikan bahwa robot telah ditempatkan di beberapa kota besar. Unit tersebut beroperasi di Surabaya, Jakarta Timur, dan Yogyakarta. Implementasi ini berdampak langsung pada peningkatan produktivitas kerja.

Penggunaan robot membuat kebutuhan tenaga kerja untuk tugas berulang menjadi berkurang. Efisiensi pemanfaatan sumber daya manusia bahkan mencapai sekitar 30 persen. Meski demikian, perusahaan memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja. Karyawan tetap diberdayakan melalui penugasan di bidang lain yang lebih strategis.

Selain efisiensi tenaga kerja, tingkat akurasi operasional juga meningkat signifikan. Sistem kerja berbasis otomatisasi mampu mencapai performa di atas 99 persen. Hal ini memperkuat kualitas layanan pengiriman kepada pelanggan.

Dua Jenis Robot untuk Proses Logistik

Pos Indonesia mengoperasikan dua jenis robot utama dalam sistem logistiknya. Pertama adalah robotic sorting machine. Perangkat ini berfungsi memilah paket secara otomatis sesuai alamat tujuan. Proses penyortiran menjadi 2,5 kali lebih cepat dibandingkan metode manual.

Jenis kedua ialah auto labeling robot. Robot ini bertugas menempelkan label pada setiap paket kiriman. Pekerjaan yang sebelumnya memakan waktu lama kini dapat diselesaikan lebih cepat dan presisi.

Kedua robot tersebut beroperasi tanpa henti selama 24 jam. Pemanfaatannya juga bersifat kolaboratif. Pos Indonesia menggunakan robot pada sore hingga malam hari. Sementara itu, operator lain dapat memakainya pada pukul 10.00 sampai 15.00.

Perusahaan menyiapkan konsep pemanfaatan bersama untuk mendukung industri kurir nasional. Investasi yang digelontorkan mencapai sekitar Rp10 miliar untuk setiap lokasi operasional robot.

Pengembangan AI untuk Akurasi Pengiriman

Ke depan, Pos Indonesia memperluas pemanfaatan teknologi AI kurir pada berbagai lini operasional. Salah satu inovasi yang segera diterapkan adalah geofencing. Teknologi ini memastikan kurir berada dekat alamat tujuan sebelum memperbarui status pengiriman.

Sistem akan membatasi pembaruan status terkirim jika posisi kurir belum berada dalam radius sekitar 100 meter. Langkah ini dirancang untuk mencegah pembaruan status palsu. Permasalahan tersebut selama ini menjadi tantangan besar industri kurir global.

Penerapan geofencing diharapkan meningkatkan keakuratan layanan. Kepercayaan pelanggan pun dapat terjaga melalui sistem pelacakan yang lebih valid.

Selain itu, Pos Indonesia juga mengembangkan road optimization berbasis AI. Teknologi ini berfungsi mengatur rute pengiriman secara lebih efisien. Saat ini terdapat sekitar 642 ribu rute aktif yang harus dikelola perusahaan.

Sebagai gambaran, satu rute dapat melintasi beberapa kota sekaligus. Ada rute dari Madiun menuju Solo hingga Jakarta. Bahkan tersedia jalur distribusi panjang dari Aceh sampai Lombok.

Dengan jumlah rute sebesar itu, optimalisasi menjadi kebutuhan utama. Sistem AI memungkinkan perhitungan rute yang lebih presisi dan adaptif. Operasional pengiriman pun menjadi lebih efektif dan hemat waktu.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *