Mastel Dorong Ekosistem Informasi Sehat dengan Dewan Koordinasi Penanganan Disinformasi

Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) mengambil langkah strategis untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pembentukan Dewan Koordinasi Nasional Penanganan Disinformasi (DKN-PD). Hal ini tertuang dalam policy paper bertajuk Peta Jalan Penanganan Disinformasi di Indonesia, yang disusun bersama pihak media.

Ketua Umum Mastel, Sarwoto Atmosutarno, menegaskan bahwa disinformasi digital merupakan tantangan kompleks yang tidak bisa diatasi oleh satu pihak saja. “Peta jalan ini dibuat untuk mendorong ruang informasi yang kredibel, independen, dan bertanggung jawab, tanpa mengontrol kebebasan berekspresi,” jelasnya, dikutip Jumat (6/3/2026). Sarwoto menambahkan, tujuan utamanya adalah agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat, media menjalankan fungsi jurnalistiknya secara profesional, dan platform digital menjaga integritas ruang digital.

Pendekatan Kolaboratif dan Tata Kelola Digital

Neil R. Tobing, Ketua Bidang Media Digital dan Penyiaran (Digibroadcast) Mastel, menjelaskan bahwa tata kelola digital harus bersifat komprehensif karena disinformasi tidak hanya terkait konten keliru, tetapi juga dipengaruhi algoritma platform, model bisnis digital, dan perilaku pengguna. Dalam policy paper tersebut, Mastel mengusulkan lima pilar utama untuk memperkuat ketahanan ekosistem informasi nasional: literasi digital, infrastruktur cek fakta, jurnalisme berkualitas, tata kelola digital, serta riset dan inovasi.

Mastel juga menekankan pentingnya koregulasi, yakni pengaturan bersama antara pemerintah, platform digital, industri media, dan pemangku kepentingan lainnya. Pendekatan ini dianggap lebih adaptif terhadap perubahan teknologi, sekaligus tetap menjunjung tinggi kebebasan pers, kebebasan berekspresi, dan hak asasi manusia.

Pembentukan Dewan Koordinasi Nasional

Dalam aspek kelembagaan, Mastel mengusulkan DKN-PD sebagai wadah koordinasi lintas sektor. Dewan ini bertugas menyelaraskan kebijakan dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, media, platform digital, akademisi, serta masyarakat sipil. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, disinformasi digital kini menjadi salah satu ancaman global, sehingga diperlukan langkah koordinasi yang melibatkan berbagai pihak. “Pendekatan terkoordinasi ini penting agar tantangan disinformasi bisa ditangani secara efektif,” ujarnya.

Melalui langkah-langkah ini, Mastel berharap Indonesia dapat membangun ekosistem informasi yang lebih sehat, transparan, dan kredibel bagi seluruh masyarakat.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *