Harga Minyak Dunia Bisa Tembus US$ 100/Barel Jika Aliran di Selat Hormuz Tidak Pulih

harga minyak dunia
Sumber Foto : Canva

Goldman Sachs, bank investasi global ternama, memperingatkan bahwa harga minyak dunia berpotensi melebihi US$ 100 per barel dalam beberapa hari mendatang jika arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz tidak kembali normal. Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang telah mengganggu jalur utama ekspor energi global.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur laut yang sangat strategis karena sekitar 20 % pasokan minyak mentah global melewati kawasan ini setiap harinya. Gangguan pada rute tersebut telah menyebabkan penurunan drastis volume aliran minyak, yang menurut Goldman Sachs mencapai sekitar 90 % dari kapasitas normal. Dampaknya, ketersediaan minyak di pasar global menjadi semakin ketat.

Potensi Lonjakan Harga & Risiko Pasokan

Kondisi ini membuat Goldman Sachs menilai bahwa harga minyak dunia, khususnya untuk minyak Brent, bisa melampaui level US$ 100 per barel bahkan jika gangguan itu hanya berlangsung beberapa minggu lagi. Penutupan atau pembatasan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz memicu ketidakpastian besar di pasar energi, sehingga harga minyak mentah sempat naik tajam di awal pekan terakhir sebelum kemudian mengalami koreksi.

Selain itu, sejumlah analis pasar energi lain juga melihat kemungkinan harga minyak bergerak lebih tinggi lagi jika konflik terus berlanjut tanpa solusi cepat. Beberapa prediksi bahkan menyebut harga bisa menyentuh kisaran yang jauh lebih tinggi melebihi level US$ 100.

Faktor yang Mempengaruhi Ketidakstabilan Pasar Energi

Beberapa faktor yang memicu lonjakan harga minyak antara lain:

  • Konflik geopolitik yang mempengaruhi keamanan jalur ekspor utama, khususnya di Selat Hormuz.
  • Penurunan volume pengiriman minyak dalam jumlah besar, sehingga menciptakan kekurangan pasokan terhadap permintaan global.
  • Ekspektasi investor terhadap gangguan pasokan jangka panjang, yang mendorong volatilitas harga di pasar komoditas energi.

Walaupun demikian, beberapa pelaku pasar mencatat bahwa harga minyak juga mengalami koreksi tajam setelah mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, karena adanya penilaian ulang atas peluang pemulihan pasokan atau kemungkinan pelepasan cadangan minyak strategis oleh negara-negara konsumen utama.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *