Dana ekuitas pasar berkembang mengalami penurunan tajam bulan ini seiring meningkatnya ketegangan akibat konflik Iran. Investor mulai mengurangi eksposur pada aset berisiko, menjadikan dana ini termasuk yang berkinerja paling buruk di berbagai kelas aset.
Berdasarkan perhitungan LSEG Lipper, dana yang fokus pada negara seperti Pakistan, Chile, Yunani, Kolombia, Argentina, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi menjadi yang paling tertekan dalam sebulan terakhir. Hal ini tercatat dari 518 kategori dana yang dipantau.
Dampak Terhadap Indeks dan Aliran Dana
Indeks saham pasar berkembang MSCI turun lebih dari 6% minggu ini, jauh di atas penurunan MSCI World sebesar 2,2% dan MSCI Amerika Serikat sebesar 0,7%. Data aliran mingguan dari sekitar 13.000 dana menunjukkan masuknya modal ke dana pasar berkembang melambat hingga 5,8 miliar dolar AS, level terendah dalam tujuh minggu terakhir.
Sebelumnya, pasar ini sempat mencatat kenaikan karena valuasi yang relatif murah, prospek pertumbuhan yang kuat, dan pelemahan dolar AS. Namun, kenaikan sebelumnya membuat pasar rentan terhadap koreksi jangka pendek.
Prospek dan Analisis
Goldman Sachs menyatakan, jika gangguan akibat konflik Iran bersifat sementara, dampak terhadap laba perusahaan kemungkinan terbatas karena struktur sektor yang relatif tangguh. Perusahaan tersebut tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan laba per saham MSCI EM sebesar 25% pada 2026.
Namun, tingkat valuasi yang tinggi setelah keuntungan sebelumnya membuat pasar ekuitas negara berkembang berpotensi menghadapi risiko koreksi jangka pendek. Investor disarankan tetap waspada terhadap volatilitas yang mungkin terjadi.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com