Perusahaan tambang global, Rio Tinto, memutuskan untuk melanjutkan kembali proyek tambang pasir mineral Afrika Selatan senilai sekitar $473 juta. Proyek tersebut merupakan bagian dari pengembangan tambang yang dikelola melalui anak usaha perusahaan, Richards Bay Minerals.
Keputusan untuk melanjutkan proyek ini diambil setelah sebelumnya kegiatan tambang sempat tertunda selama beberapa tahun akibat masalah keamanan dan ketegangan dengan masyarakat setempat di wilayah operasi.
Proyek Zulti South Kembali Dilanjutkan
Proyek yang dikenal sebagai proyek Zulti South berlokasi di provinsi KwaZulu-Natal, Afrika Selatan. Tambang ini akan menghasilkan berbagai mineral penting seperti zircon, rutile, ilmenite, dan titanium dioksida, yang banyak digunakan dalam industri manufaktur global.
Pengembangan proyek ini dinilai penting karena dapat menggantikan cadangan dari area tambang sebelumnya yang mulai menurun. Selain itu, proyek ini juga diperkirakan dapat memperpanjang masa operasi tambang hingga sekitar tahun 2050.
Target Produksi Mulai 2028
Pembangunan proyek dijadwalkan dimulai pada awal 2026, sementara produksi komersial diperkirakan dapat dimulai pada akhir 2028. Selain mendukung pasokan mineral industri dunia, proyek ini juga diharapkan membuka peluang kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar tambang.
Pemerintah Afrika Selatan menyambut baik rencana investasi tersebut karena dinilai dapat memperkuat sektor pertambangan nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap industri sumber daya alam di negara tersebut.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com