Norwegian Cruise Prediksi Laba 2026 Tertahan Akibat Biaya Bahan Bakar

laba Norwegian Cruise
Sumber Foto : Canva

Norwegian Cruise Line memperingatkan bahwa biaya bahan bakar yang tidak menentu akibat ketegangan geopolitik global dapat memengaruhi kinerja keuangan perusahaan pada 2026. Hal ini membuat proyeksi keuntungan menjadi lebih hati-hati dibandingkan perkiraan analis. Perusahaan mencatat bahwa ketidakpastian ini muncul meskipun armada kapal tidak beroperasi langsung di wilayah konflik.

Untuk tahun fiskal 2026, Norwegian Cruise memproyeksikan laba Norwegian Cruise sekitar 2,38 dolar per saham, lebih rendah dari ekspektasi pasar yang berada di kisaran 2,55–2,60 dolar. Pertumbuhan yield per penumpang diperkirakan stagnan, yang mencerminkan tekanan biaya operasional dan permintaan yang lebih lemah.

Pada kuartal keempat 2025, perusahaan mencatat pendapatan sekitar 2,24 miliar dolar, meningkat 6% dibanding tahun sebelumnya. Namun, pendapatan ini tetap sedikit di bawah ekspektasi pasar. Adjusted EPS kuartal tersebut tercatat 0,28 dolar per saham, sedikit melebihi perkiraan analis.

Selain faktor biaya bahan bakar, Norwegian Cruise menghadapi perlambatan pemesanan baru dan beberapa tantangan operasional, termasuk kapasitas kapal yang belum optimal di beberapa destinasi. Kondisi ini menambah kehati-hatian perusahaan dalam menetapkan target laba 2026.

Reaksi pasar terhadap berita ini cukup signifikan, dengan harga saham Norwegian Cruise turun sekitar 10–11%. Penurunan ini juga berdampak pada saham operator kapal pesiar lain seperti Carnival dan Royal Caribbean, karena investor menyoroti risiko geopolitik dan volatilitas harga minyak sebagai faktor utama yang memengaruhi industri pelayaran.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *