Dampak AI pada Pekerjaan dan Inflasi Jadi Fokus Fed

AI dan pasar kerja
Sumber Foto : Google

Para pejabat Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat kini tengah menyesuaikan diri menghadapi perubahan besar di ekonomi akibat AI dan pasar kerja. Dampak kecerdasan buatan terhadap lapangan pekerjaan dan harga barang menjadi perhatian utama, menyusul pengumuman perusahaan teknologi Block yang memberhentikan sekitar 40% pekerjanya karena perubahan cara kerja yang dipicu AI.

Kebijakan moneter tradisional seperti pemotongan suku bunga kini harus dipertimbangkan ulang. Para ekonom Fed memperingatkan bahwa pengangguran jangka panjang mungkin meningkat karena pekerja terdampak membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan pekerjaan baru. Sementara itu, produktivitas yang naik bagi pekerja yang tetap bekerja bisa menimbulkan tekanan inflasi.

Sebagian pejabat, termasuk calon ketua Fed Kevin Warsh, melihat AI sebagai kekuatan disinflasi karena meningkatkan produktivitas dan daya saing. Namun, mayoritas masih berhati-hati, memperingatkan bahwa efek AI pada pekerjaan putih dan non-manual, seperti coding dan analisis data, dapat menimbulkan ketidakpastian ekonomi yang signifikan.

Fed terus memantau perkembangan ini melalui riset dan pidato pejabat terkait AI, untuk menyesuaikan strategi suku bunga dan menjaga stabilitas harga. Penelitian menunjukkan lebih dari 30% pekerja AS berpotensi mengalami perubahan signifikan dalam tugas pekerjaan mereka akibat AI, angka yang diperkirakan terus meningkat.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *