Stellantis Tertekan, Biaya Besar dan Saham Anjlok Akibat Revisi Strategi EV

Produsen mobil global Stellantis tengah mengalami tekanan pasar yang signifikan setelah mengumumkan beban finansial besar terkait strategi EV Stellantis. Perusahaan yang menaungi merek Jeep, Fiat, Peugeot, dan Ram ini memutuskan untuk meninjau ulang rencana kendaraan listriknya setelah realita permintaan EV lebih rendah dari perkiraan.

Perusahaan menyatakan akan mencatat beban sekitar €22,2 miliar atau sekitar $27 miliar untuk menyesuaikan portofolio produk. Jumlah ini mencakup biaya proyek yang dibatalkan, penyesuaian rantai pasokan, dan pembayaran tunai kepada pemasok yang akan tersebar selama beberapa tahun mendatang. Dampak pengumuman ini langsung terlihat di pasar saham, dengan nilai saham Stellantis turun lebih dari 20 persen di Bursa Milan dalam satu hari perdagangan.

Penyebab dan Dampak Penyesuaian

Permintaan kendaraan listrik yang melambat, terutama di Amerika Utara, menjadi faktor utama. Pengurangan insentif pemerintah dan persaingan ketat dari produsen global lain membuat perusahaan menyesuaikan strategi agar lebih realistis. Hal ini tercermin dari keputusan untuk menunda atau membatalkan beberapa model EV, meninjau kembali investasi pada baterai, dan merestrukturisasi lini produksi.

Sebagian besar biaya juga terkait penyesuaian produk agar sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan regulasi emisi terbaru. Sekitar €6,5 miliar dari total biaya akan dibayarkan secara tunai dalam empat tahun ke depan, sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan kepada mitra dan pemasok. Selain itu, Stellantis juga mempertimbangkan untuk keluar dari usaha patungan baterai di Kanada bersama Samsung, sebagai bagian dari penyesuaian strategi EV.

Keuangan dan Prospek Masa Depan

Akibat langkah ini, perusahaan memperkirakan rugi bersih sekitar €19–21 miliar pada semester kedua 2025. Manajemen bahkan menunda pembayaran dividen 2026 untuk menjaga likuiditas dan fokus pada restrukturisasi bisnis. Strategi ini mencakup kemungkinan penerbitan obligasi hybrid hingga €5 miliar guna memperkuat struktur modal.

Meski menghadapi tekanan finansial dan pasar, analis optimistis bahwa fokus ulang pada kebutuhan pelanggan dan penataan portofolio produk dapat membuka peluang pemulihan dalam beberapa tahun mendatang. Langkah Stellantis ini juga mencerminkan tren global di industri otomotif, di mana beberapa produsen besar melakukan revisi serupa untuk menghadapi adopsi EV yang lebih lambat dan perubahan kebijakan pemerintah.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *