Teknologi Kirim Listrik Tanpa Kabel dari Finlandia Dinilai Masih Belum Siap Digunakan Luas

Peneliti di Finlandia berhasil mendemonstrasikan teknologi kirim listrik udara yang memungkinkan energi listrik berpindah tanpa kabel, colokan, maupun kontak langsung. Meski terdengar futuristik, pengembang mengakui teknologi ini masih berada pada tahap awal dan belum siap diterapkan secara luas di lingkungan sehari-hari.

Dalam pengujian terbaru, listrik dapat dikirim dari satu titik ke perangkat lain hanya melalui udara. Prinsip kerjanya menyerupai jaringan Wi-Fi, tetapi bukan untuk mengirim data, melainkan daya listrik yang bisa langsung dimanfaatkan oleh perangkat elektronik.

Namun, di balik terobosan tersebut, terdapat sejumlah tantangan teknis yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi para insinyur.

Efisiensi Masih Jadi Kendala Utama

Salah satu hambatan terbesar dalam pengembangan teknologi listrik nirkabel ini adalah efisiensi. Semakin jauh jarak antara pemancar dan penerima, semakin besar pula energi yang hilang selama proses transfer.

Kondisi ini membuat sistem belum ideal untuk kebutuhan energi berskala besar. Peneliti menilai peningkatan efisiensi mutlak diperlukan agar listrik tidak terbuang percuma saat dikirim dalam jarak menengah hingga jauh.

Selain efisiensi, jarak jangkauan juga masih terbatas. Pengembang menargetkan perluasan area medan energi agar teknologi ini dapat menjangkau ruang yang lebih luas dan bekerja lebih stabil.

Aspek Keamanan Tak Bisa Diabaikan

Keamanan menjadi fokus penting dalam pengembangan kirim listrik udara. Penggunaan medan elektromagnetik harus dipastikan tidak membahayakan manusia, hewan, maupun perangkat elektronik lain di sekitarnya.

Oleh karena itu, pengujian lanjutan dan perumusan aturan penggunaan masih terus dilakukan. Standar keselamatan dinilai krusial sebelum teknologi ini dapat digunakan secara komersial.

Berdasarkan laporan Tech Times, Kamis (8/1/2026), sistem ini memanfaatkan gelombang radio atau medan elektromagnetik yang dikontrol secara presisi. Perangkat yang dibekali penerima khusus dapat menangkap energi tersebut selama berada dalam area jangkauan.

Teknologi ini merupakan pengembangan lanjutan dari sistem pengisian daya nirkabel yang saat ini sudah dikenal. Perbedaannya, transfer daya tidak lagi terbatas pada jarak sangat dekat seperti pengisi daya ponsel konvensional.

Fokus Awal pada Perangkat Daya Rendah

Saat ini, uji coba difokuskan pada perangkat berdaya kecil. Contohnya sensor pintar, perangkat Internet of Things (IoT), dan gawai yang membutuhkan pasokan listrik terus-menerus tanpa baterai besar.

Jika berhasil dikembangkan, teknologi listrik nirkabel berpotensi menghilangkan penggunaan baterai pada banyak perangkat kecil. Dampaknya, limbah elektronik dapat ditekan dan penggunaan perangkat menjadi lebih praktis.

Teknologi ini juga dinilai cocok untuk area yang sulit dijangkau instalasi kabel. Contohnya wilayah terpencil, perangkat medis implan, hingga sistem rumah pintar yang minim akses stopkontak.

Meski potensinya besar, para peneliti menegaskan bahwa pengembangan masih membutuhkan waktu. Fokus utama saat ini adalah penyempurnaan efisiensi, perluasan jangkauan, serta penguatan aspek keamanan.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *