Kebocoran Data Instagram Diduga Picu Lonjakan Reset Password Global

Gelombang notifikasi penggantian kata sandi Instagram dilaporkan muncul secara luas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Banyak pengguna menerima email resmi yang meminta mereka segera memperbarui password akun, meski tidak merasa melakukan aktivitas mencurigakan sebelumnya.

Situasi ini mencuat setelah perusahaan keamanan siber Malwarebytes mengungkap temuan kebocoran data Instagram yang diduga melibatkan sekitar 17,5 juta akun. Informasi sensitif yang terdampak mencakup nama pengguna, alamat email, nomor telepon, hingga alamat fisik pemilik akun.

Temuan tersebut diperoleh melalui pemantauan rutin Malwarebytes terhadap aktivitas jual beli data di dark web. Dugaan kebocoran ini dikaitkan dengan celah pada API Instagram yang terjadi pada penghujung 2024.

Data Akun Dijual Bebas di Dark Web

Laporan Cybersecuritynews yang dirilis Minggu (11/1/2026) menyebut data hasil kebocoran kini beredar secara terbuka di forum ilegal. Seorang penjual dengan nama samaran “Subkek” mengklaim memperoleh data tersebut dari proses pengambilan massal melalui API publik Instagram dan sumber berbasis wilayah negara.

Dalam daftar penjualan, terlihat contoh data akun yang cukup detail. Kombinasi informasi ini dinilai berisiko tinggi karena dapat dimanfaatkan untuk pencurian identitas, penipuan digital, hingga serangan phishing yang lebih terarah.

Kondisi tersebut diyakini menjadi salah satu penyebab meningkatnya permintaan reset password Instagram secara massal. Pelaku kejahatan siber dapat mengirim pesan palsu yang menyerupai email resmi Instagram untuk mengelabui pengguna.

Pengguna Indonesia Alami Hal Serupa

Sejumlah pengguna di Indonesia mengaku menerima notifikasi penggantian kata sandi secara berulang. Anggri (34) mengatakan dirinya menerima email permintaan reset password sejak 6 Januari 2026, bahkan lebih dari satu kali dalam rentang beberapa hari.

Pengalaman tersebut ia bagikan melalui Instagram Story. Tidak lama kemudian, beberapa temannya menghubungi melalui pesan langsung dan mengaku menerima notifikasi serupa. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kejadian tersebut dialami banyak pengguna.

Pengguna lain bernama Denis juga melaporkan hal yang sama. Ia memilih tidak menindaklanjuti email tersebut karena khawatir menjadi sasaran penipuan digital. Denis menilai mengklik tautan di email justru berpotensi membahayakan akun.

Pakar Siber Ingatkan Jangan Klik Tautan Email

Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja, mengingatkan pengguna agar berhati-hati menyikapi situasi ini. Ia menyarankan pembaruan kata sandi hanya dilakukan langsung melalui aplikasi Instagram yang terpasang di perangkat masing-masing.

Menurut Ardi, pengguna sebaiknya menghindari klik tautan yang dikirim melalui email atau pesan langsung, meskipun terlihat berasal dari alamat resmi. Teknik penipuan saat ini semakin canggih dan sulit dibedakan secara kasat mata.

Hingga artikel ini dipublikasikan, pihak Meta belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan kebocoran data Instagram maupun lonjakan permintaan reset password yang terjadi.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *