Kenaikan Harga Komponen Tekan Pasar Smartphone di 2026

Kekurangan cip dan memori, khususnya DRAM, diprediksi akan memengaruhi pasar smartphone global pada 2026. Dampak paling signifikan kemungkinan dirasakan oleh ponsel entry level dan mid-range, dengan kenaikan harga diperkirakan antara 5% hingga 15%.

Menurut Aryo Meidianto Aji, analis dari Reasense, segmen premium relatif lebih tahan terhadap tekanan harga ini karena margin keuntungan yang lebih tinggi. Produsen di pasar atas bahkan berpeluang memanfaatkan kenaikan biaya sebagai alasan menghadirkan teknologi baru, bukan hanya menyesuaikan harga.

Teknologi chipset 4nm dan 3nm yang semakin matang berpotensi menekan biaya produksi. Namun, jika permintaan global terhadap cip tetap tinggi, harga ponsel kemungkinan tetap di level tinggi. Di Indonesia dan negara berkembang lainnya, pasar smartphone masih memiliki ruang tumbuh, terutama di kota tier dua dan tiga serta pada kelompok usia lebih tua.

Perubahan Pola Konsumen dan Segmen Pertumbuhan

Tren pembelian diprediksi beralih dari pembeli pertama ke konsumen yang melakukan upgrade. Banyak pengguna entry level kini ingin beralih ke mid-range untuk pengalaman penggunaan lebih baik. Selain itu, transisi dari feature phone ke smartphone entry level juga diperkirakan mendorong volume penjualan. Aryo menekankan bahwa value for money tetap menjadi faktor penentu, sehingga ponsel dengan spesifikasi memadai dan harga wajar akan tetap diminati meski terjadi kenaikan harga.

Segmen menengah dipandang sebagai titik “sweet spot” karena menghadirkan fitur mirip flagship dengan harga lebih terjangkau. Pasar smartphone refurbished dan pre-owned juga tumbuh seiring kematangan ekosistem, termasuk garansi resmi, yang menarik konsumen mencari perangkat premium dengan biaya lebih rendah dan pertimbangan keberlanjutan.

Di sisi premium, konsumen loyal tetap mendorong penjualan, tertarik pada inovasi layar lipat dan fitur AI. Sebaliknya, entry level high diperkirakan menjadi arena kompetisi sengit dengan fokus pada kamera, daya tahan baterai, dan performa harian.

Strategi Produsen dan Dampak Siklus Penggantian

Kenaikan harga komponen berpotensi memperpanjang siklus penggantian perangkat dari rata-rata 18–24 bulan menjadi 24–36 bulan. Meski volume unit bisa stagnan, nilai pasar tetap bisa tumbuh karena average selling price (ASP) meningkat. Fitur AI on device, efisiensi energi, serta konektivitas 5G diprediksi menjadi daya tarik utama.

Bagi merek baru dan pemain lokal, tantangan pengadaan komponen dapat diatasi melalui strategi hiper-lokalisasi, fokus ceruk pasar, dan kerja sama dengan operator seluler. Skema pembiayaan, bundling, dan program tukar tambah juga diperkirakan menjadi penopang utama pertumbuhan.

Analisis Counterpoint menyebut rata-rata harga jual smartphone global bisa naik 6,9% pada 2026 akibat kelangkaan komponen. Biaya produksi ponsel entry level meningkat 20%–30%, sedangkan segmen menengah dan atas naik 10%–15%. Prediksi harga memori yang naik hingga 40% di kuartal kedua 2026 dapat menurunkan pengiriman smartphone global sekitar 2,1% dibandingkan tahun sebelumnya.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *