Infrastruktur 3T Jadi Tantangan Utama Program Layar Interaktif di Era Prabowo

Ketersediaan listrik dan internet di wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan menjadi pekerjaan besar pemerintah sebelum program layar interaktif dijalankan penuh pada 2026. Rencana pemasangan sekitar satu juta Interactive Flat Panel (IFP) di seluruh sekolah Indonesia akan sulit terwujud tanpa fondasi infrastruktur 3T yang memadai.

Kolaborasi Pusat–Daerah Jadi Kunci

Pengamat Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung, Agung Harsoyo, menegaskan bahwa pemasangan IFP tidak bisa berdiri sendiri. Listrik stabil dan internet yang layak harus dipastikan hadir lebih dulu. Ia meminta pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota bergerak serempak untuk memastikan percepatan pembangunan infrastruktur dasar.

Agung menambahkan perlunya sinergi PLN, penyedia jaringan internet, BUMD, serta BUMDes agar pemerataan layanan bisa terjadi lebih cepat. Menurutnya, jika infrastruktur telah siap, perangkat pembelajaran digital dapat menghadirkan kualitas pengajaran yang lebih baik bagi sekolah-sekolah 3T. Guru-guru terbaik dari berbagai bidang bisa mendampingi pendidik di wilayah terpencil secara daring.

Sentuhan AI untuk Efisiensi Energi

Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, M. Danny Buldansyah, menyampaikan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan mampu membuat program layar interaktif bekerja lebih efisien. Ia mencontohkan penggunaan AI di sebuah smart campus di Surabaya, di mana lampu, perangkat pembelajaran, hingga sistem kelistrikan menyala dan mati otomatis mengikuti jadwal kelas, sehingga penggunaan energi jauh lebih hemat.

Danny menekankan bahwa pendistribusian perangkat harus dibarengi pembentukan ekosistem yang siap, termasuk sumber daya manusia yang dapat merawat perangkat jangka panjang. Tanpa itu, investasi besar berisiko tidak termanfaatkan secara optimal.

Target Satu Juta Panel pada 2026

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan komitmen pemerintah mempercepat digitalisasi sekolah. Tahun depan, setiap sekolah ditargetkan mendapatkan tiga panel tambahan, dengan total sekitar satu juta perangkat baru. Daerah 3T tetap menjadi prioritas utama distribusi.

Prabowo mengakui masih ada hambatan logistik di sekitar 140 sekolah yang berada di kawasan pegunungan. Namun, ia memastikan proses distribusi akan tuntas dengan dukungan TNI dan Polri. Pemerintah juga tengah menyiapkan studio pusat di Jakarta untuk memproduksi materi pembelajaran digital yang bisa diakses seluruh sekolah, termasuk siswa dan orang tua dari rumah.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *