PT Pertamina (Persero) memulai langkah divestasi Pertamina terhadap sejumlah lini usaha yang tidak berkaitan langsung dengan bisnis energi. Kebijakan ini dilakukan untuk mengurangi beban operasional dan menyelaraskan struktur perusahaan dengan fokus utama sektor minyak, gas, dan energi baru.
Konsolidasi Empat Sektor Usaha
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menjelaskan bahwa perusahaan sedang melakukan konsolidasi terhadap empat kelompok bisnis yang berada di bawah koordinasi Danantara. Ia menyampaikan hal tersebut dalam rapat bersama Komisi VI pada Rabu (19/11/2025).
Unit pertama yang akan dilepas adalah bisnis rumah sakit melalui Pertamina Bina Medika (IHC), yang proses pengambilalihannya sedang dipersiapkan Danantara. Penyelesaian transaksi ditargetkan rampung tahun ini.
Sektor perhotelan yang dikelola PT Patra Jasa juga masuk dalam rencana divestasi. Di perusahaan tersebut terdapat sembilan unit hotel yang nantinya akan dikonsolidasikan dengan kajian yang dipimpin oleh Hotel Indonesia Natour (HIN).
Selain itu, sektor aviasi melalui Pelita Air Service (PAS) sedang dikaji untuk konsolidasi lebih lanjut. Proses ini dikoordinasikan oleh Garuda Indonesia sebagai bagian dari penataan ulang bisnis aviasi milik negara.
Sektor terakhir adalah asuransi, yang tengah dikaji bersama Indonesia Financial Group (IFG) sebagai holding asuransi BUMN untuk menentukan model konsolidasi yang paling sesuai.
Penyederhanaan Entitas Hingga Likuidasi
Upaya streamlining BUMN juga dilakukan melalui penutupan dua anak usaha Pertamina di luar negeri. Entitas pertama adalah TRB London, yang sebelumnya beroperasi di bidang asuransi dan resmi dibubarkan pada Februari 2025.
Entitas kedua adalah Pertamina Energy Services Pte. Ltd. di Singapura. Perusahaan tersebut merupakan bagian dari eks-Petral dan telah dituntaskan proses likuidasinya pada Juli 2025, sebagai tahapan reformasi tata kelola perusahaan.
Agung menekankan bahwa penataan ulang ini penting karena portofolio Pertamina sangat luas dan tersebar di banyak sektor. Dengan perampingan struktur, perusahaan dapat bekerja lebih efisien dan fokus pada mandat utama.
Fokus pada Bisnis Inti Energi
Program divestasi ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang meminta Danantara untuk merasionalisasi jumlah entitas BUMN. Pertamina diharapkan dapat lebih terarah dalam menjalankan bisnis inti di bidang minyak dan gas, pengolahan, distribusi energi, serta pengembangan energi baru dan terbarukan.
Dengan struktur organisasi yang lebih ramping, Pertamina diharapkan memiliki daya saing lebih tinggi dan mampu membuat keputusan strategis dengan cepat. Perusahaan juga diproyeksikan menjadi lebih adaptif dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.