Novo Nordisk mengejutkan pasar farmasi dengan mengajukan tawaran $9 miliar untuk Metsera, perusahaan biotek asal AS yang fokus pada pengembangan obat obesitas. Tawaran ini muncul beberapa minggu setelah Metsera menyetujui akuisisi $7,3 miliar dari Pfizer.
Pfizer langsung menanggapi dengan kritikan, menilai langkah Novo Nordisk “tidak bertanggung jawab” dan berpotensi menekan persaingan dengan mengambil alih perusahaan yang tengah berkembang. Kini Pfizer hanya punya empat hari kerja untuk menaikkan penawarannya.
Pipeline Obat Metsera Jadi Magnet Akuisisi
Metsera menarik perhatian karena memiliki sejumlah obat obesitas inovatif yang sedang diuji klinis. Ada pil penurun berat badan, injeksi bulanan, serta dua obat berbasis hormon amylin yang meningkatkan rasa kenyang tanpa menimbulkan penurunan massa otot, masalah umum pada obat obesitas saat ini.
Novo Nordisk menawarkan $56,50 per saham, plus tambahan $21,25 per saham jika target klinis dan regulasi tercapai. Metsera menilai tawaran ini lebih tinggi dibanding Pfizer, yang menawarkan $47,50 per saham ditambah $22,50 untuk pencapaian milestone tertentu.
Persaingan Ketat dan Tantangan Regulasi
Pfizer menuding tawaran Novo Nordisk berisiko hukum terkait antitrust dan menolak klaim tawaran lebih unggul. Sementara itu, Novo Nordisk sendiri menghadapi perlambatan pertumbuhan laba dan tekanan dari Eli Lilly, yang memiliki obat Mounjaro dan Zepbound terbukti lebih efektif menurunkan berat badan dibanding Wegovy.
Eli Lilly bahkan menaikkan proyeksi pendapatan setelah penjualan obat obesitas dan diabetes mereka melampaui ekspektasi, dan berencana meluncurkan pil penurun berat badan baru sebelum akhir tahun.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.