Peluang BNPL di Industri Multifinance Masih Terbuka Lebar

Pangsa pasar layanan buy now pay later (BNPL) atau paylater dinilai masih menjanjikan, khususnya bagi perusahaan pembiayaan atau multifinance. Permintaan yang tinggi membuat sektor ini terus berkembang dengan pertumbuhan mencapai 40%–50% secara tahunan.

Prospek Pertumbuhan Paylater

Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menyatakan peluang bisnis BNPL masih luas. Menurutnya, perusahaan multifinance yang sudah memiliki basis konsumen dapat memindahkan ekosistem tradisional ke digital untuk memperluas layanan.

BNPL dinilai menarik karena frekuensi transaksi lebih tinggi, sehingga potensi keuntungan dari bunga maupun biaya administrasi meningkat. Hal inilah yang mendorong bank dan perusahaan multifinance tertarik masuk ke bisnis tersebut.

Namun, Huda menekankan perlunya kesiapan teknologi serta keamanan data transaksi. Tanpa sistem yang kuat, risiko kebocoran data bisa menjadi tantangan besar. Meski begitu, ia optimistis semakin banyak multifinance akan merambah layanan paylater.

Regulasi dan Dukungan OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan prospek BNPL masih positif. Pada semester I/2025, piutang BNPL tercatat meningkat, menandakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Sejalan dengan aturan POJK 46/2024, perusahaan pembiayaan yang ingin menawarkan layanan BNPL wajib memperoleh izin dari OJK. Selain itu, perusahaan juga dapat memperluas kapasitas pendanaan melalui kerja sama dengan perbankan lewat skema joint financing maupun channeling.

BNPL dipandang sebagai peluang besar bagi industri pembiayaan untuk memperluas pasar sekaligus menjawab kebutuhan konsumen yang terus meningkat.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *