Indonesia Alami Lonjakan Serangan Siber Eksploitasi di Paruh Pertama 2025

Kaspersky melaporkan terdapat 524.657 ancaman siber jenis eksploitasi yang menargetkan organisasi di Indonesia sepanjang Januari hingga Juni 2025. Jumlah tersebut setara dengan rata-rata 2.915 serangan per hari dan tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan Singapura dan Vietnam.

Eksploitasi merupakan program berbahaya yang memanfaatkan celah keamanan atau bug dalam sistem untuk memperoleh akses tanpa izin. Jika kerentanan tersebut tidak segera diperbaiki, pelaku siber dapat dengan mudah masuk dan mengambil alih sistem.

Secara global, mayoritas serangan eksploitasi di semester II/2025 menargetkan produk Microsoft Office yang memiliki kelemahan keamanan lama dan belum diperbarui.

Kerentanan Lama Masih Jadi Sasaran

Solusi keamanan Kaspersky menemukan sebagian besar eksploitasi menargetkan sistem operasi Windows. Di antaranya adalah CVE-2018-0802 dan CVE-2017-11882 — dua kerentanan eksekusi kode jarak jauh pada komponen Equation Editor. Selain itu, CVE-2017-0199 yang menyerang Microsoft Office dan WordPad juga memungkinkan peretas mengendalikan sistem secara penuh.

Laporan tersebut menyoroti bahwa 10 kerentanan paling sering dieksploitasi meliputi celah zero-day baru dan celah lama yang belum ditambal. Kerentanan zero-day sendiri adalah bug yang belum diketahui oleh pengembang perangkat lunak, sehingga belum tersedia perbaikan dan membuat serangan lebih berisiko berhasil.

Penjahat siber, termasuk kelompok Advanced Persistent Threat (APT), kini turut menargetkan perangkat populer seperti aplikasi akses jarak jauh, sistem dokumen, serta platform low-code/no-code (LCNC) dan kerangka kerja berbasis kecerdasan buatan (AI). Hal ini menunjukkan bahwa penyerang cepat beradaptasi terhadap teknologi baru yang semakin banyak digunakan di dunia bisnis.

Tujuan utama dari serangan tersebut adalah memperoleh akses sistem dan meningkatkan hak administratif untuk menguasai jaringan perusahaan dalam jangka panjang.

Peringatan bagi Bisnis di Indonesia

Managing Director Asia Pasifik Kaspersky, Adrian Hia, menegaskan bahwa lebih dari setengah juta serangan yang berhasil diblokir dalam enam bulan pertama 2025 menjadi bukti ketangguhan dan ketekunan para pelaku ancaman siber.

“Setiap bisnis kini bergantung pada sistem operasinya sebagai gerbang utama pertahanan. Membiarkan celah keamanan terbuka sama dengan membiarkan pintu bagi penjahat siber,” ujar Hia dalam keterangan resmi, Senin (6/10/2025).

Ia menambahkan, perusahaan perlu segera memperbarui sistem, menambal celah keamanan, serta menggunakan solusi yang mampu mendeteksi tindakan pasca-eksploitasi sebelum serangan menyebar lebih luas.

Selain ancaman eksploitasi, Indonesia juga mencatat 1.626.984 ancaman berbasis web selama paruh pertama 2025, atau sekitar 9.038 serangan per hari. Ancaman web biasanya terjadi saat pengguna mengakses internet dan dapat menyebabkan kerugian finansial maupun kebocoran data jika tidak ditangani.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *