ZF Friedrichshafen akan memangkas sekitar seperempat tenaga kerja di divisi teknologi powertrain listriknya hingga 2030. Keputusan ini tercapai melalui kesepakatan restrukturisasi dengan dewan kerja dan serikat buruh IG Metall. Langkah tersebut merupakan bagian dari rencana ZF Group yang telah diumumkan tahun lalu untuk mengurangi hingga 14.000 posisi di Jerman, di tengah pelemahan permintaan kendaraan listrik serta tekanan perdagangan global.
Perusahaan asal Jerman ini menargetkan penghematan lebih dari 500 juta euro pada 2027. Caranya melalui pemangkasan 7.600 pekerjaan, penundaan kenaikan gaji hingga Oktober 2026, serta penerapan jam kerja yang lebih singkat di unit powertrain. Kesepakatan ini juga mencakup opsi pensiun dini dan paket pesangon, dengan komitmen menghindari pemutusan hubungan kerja secara paksa.
Divisi Powertrain Tetap Dikelola Internal
ZF, yang mempekerjakan sekitar 30.000 orang di divisi powertrain untuk produksi sistem listrik, konvensional, dan hibrida, memutuskan tetap mempertahankan unit bisnis tersebut setelah sebelumnya berencana memisahkannya. Mathias Miedreich, CEO baru yang resmi menjabat pekan ini, menyebut langkah restrukturisasi sebagai “jalan baru” untuk menghadapi tantangan industri, meski diakui membawa konsekuensi berat bagi karyawan.
Kesepakatan ini menutup aksi protes panjang dari pekerja ZF dalam beberapa bulan terakhir. Situasi tersebut mencerminkan kesulitan luas yang dihadapi pemasok otomotif Jerman. Bosch, pesaing utama ZF, pekan lalu juga mengumumkan pemangkasan 13.000 tenaga kerja. Data Asosiasi Industri Otomotif Jerman (VDA) menunjukkan sektor otomotif telah kehilangan sekitar 55.000 pekerjaan sejak 2023.
Harapan Baru di Tengah Tekanan Industri
Ketua dewan kerja ZF, Achim Dietrich, menyebut perjanjian ini menunjukkan keyakinan pada kualitas teknologi “Made in Germany”. Sementara itu, perwakilan IG Metall Barbara Resch menegaskan bahwa pekerja telah berkompromi dan berharap ZF tetap menjadi motor pencipta lapangan kerja dengan kondisi yang adil.
Perusahaan berjanji memberikan program pelatihan ulang dan mendukung pekerja yang terdampak untuk beralih ke posisi baru. Hingga 2027, jam kerja mingguan di lokasi produksi Jerman akan dikurangi sekitar 7%.
Keputusan restrukturisasi ZF Friedrichshafen ini menjadi cerminan tantangan serius bagi sektor otomotif Jerman yang tengah menghadapi ketidakpastian permintaan kendaraan listrik dan ancaman tarif dari Amerika Serikat.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.