Industri otomotif Amerika Serikat sedang menghadapi tekanan besar. Para eksekutif memperkirakan penjualan mobil listrik akan anjlok setelah berakhirnya insentif pajak EV sebesar 7.500 dolar AS pada akhir September lalu.
CEO Ford, Jim Farley, menyebut kondisi ini sebagai “pengubah permainan.” Ia memperkirakan penjualan mobil listrik bisa turun menjadi hanya 5% dari total penjualan kendaraan di AS pada Oktober, setengah dari capaian bulan Agustus yang mencatat rekor tertinggi berkat konsumen yang bergegas memanfaatkan insentif tersebut.
Pasar EV Hadapi Tantangan Berat
Christian Meunier, Ketua Nissan Americas, bahkan memprediksi “pasar mobil listrik akan runtuh” pada Oktober. Meski Nissan tetap meluncurkan versi terbaru Leaf di AS, ia mengakui persaingan akan semakin ketat karena stok EV di dealer menumpuk.
Insentif pajak untuk pembeli mobil listrik pertama kali diberlakukan pada 2008, kemudian diperpanjang melalui Inflation Reduction Act (IRA) tahun 2022. Namun, kebijakan baru Presiden Donald Trump yang ditandatangani Juli lalu resmi mengakhiri insentif ini per 30 September. Pemerintah juga menghentikan kewajiban denda bagi produsen mobil yang tidak memenuhi standar efisiensi bahan bakar, sebuah langkah yang diyakini akan memperlambat adopsi kendaraan listrik.
Dampak ke Produsen dan Dealer
Sebuah studi gabungan dari UC Berkeley, Duke, dan Stanford memperkirakan registrasi mobil listrik di AS bisa turun 27% tanpa insentif pajak. Kondisi ini semakin diperburuk oleh perlambatan penjualan EV dalam dua tahun terakhir, meskipun berbagai model baru diluncurkan. Data Cox Automotive menunjukkan kenaikan penjualan EV hanya 1,5% pada paruh pertama 2025 dibandingkan tahun lalu.
Dealer juga mulai berhati-hati. Scott Kunes, COO sebuah grup dealer di Midwest, menyatakan pihaknya akan mengurangi permintaan EV dari produsen untuk sementara. Sementara itu, Brad Sowers, pemilik dealer di St. Louis, khawatir model dengan harga tinggi seperti Chevrolet Silverado listrik senilai lebih dari 90.000 dolar akan kesulitan terjual tanpa dukungan insentif pajak.
Strategi Produsen Menghadapi Krisis
Beberapa produsen mencoba menahan dampak hilangnya insentif pajak EV. Ford dan General Motors merancang program leasing yang memasukkan nilai insentif ke dalam kontrak hingga beberapa bulan ke depan. Hyundai bahkan menawarkan potongan langsung hingga 9.800 dolar untuk model Ioniq 5 terbaru.
Namun, tidak semua merek mengubah strategi. CEO Volvo Car, Hakan Samuelsson, menegaskan bahwa visi perusahaannya tetap menuju elektrifikasi penuh, terlepas dari ada atau tidaknya insentif pemerintah.
Masa depan penjualan mobil listrik di AS kini penuh ketidakpastian. Tanpa insentif, konsumen kemungkinan akan lebih selektif, sementara produsen harus lebih kreatif menjaga daya tarik EV.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.