Startup asal Inggris, Wayve, telah memulai uji coba mobil swakemudi pada kendaraan listrik Nissan Ariya di jalan-jalan Tokyo. Langkah ini dilakukan sebagai persiapan peluncuran komersial teknologi mereka pada 2027. Wayve juga tengah membahas kemungkinan investasi $500 juta dari Nvidia untuk pendanaan berikutnya.
Wayve, yang berbasis di London, memasang teknologi mengemudi otomatisnya pada mobil Nissan sejak kesepakatan awal bulan April. Startup ini bersaing ketat dengan perusahaan seperti Tesla, Waymo, dan Baidu dalam menghadirkan teknologi swakemudi yang siap digunakan pabrikan mobil.
Teknologi dan Strategi Ekspansi Wayve
Founder Wayve, Alex Kendall, menjelaskan perusahaan menggunakan model AI yang belajar mengemudi dari ribuan video dan data mengemudi. Sistem ini mengidentifikasi pola dan menirunya, berbeda dari pendekatan tradisional yang bergantung pada aturan yang diprogram secara manual.
Nissan sebelumnya mengembangkan teknologi swakemudi sendiri, termasuk uji coba di London. Namun, kolaborasi dengan Wayve memberikan pengakuan tambahan bagi teknologi asal Inggris ini. Sistem pada kendaraan Nissan termasuk kategori “level 2” alias eyes on, hands off, di mana pengemudi tetap bisa mengambil alih kontrol kapan saja. Kendall menambahkan, teknologi “eyes off” untuk kendaraan otonom penuh tidak jauh berbeda dari sisi AI.
Wayve saat ini beroperasi secara internasional, dengan ekspansi di AS, Jerman, Jepang, dan tetap berkantor pusat di London. Mobil Wayve menggabungkan kamera dan radar, sedangkan Nissan menambahkan sensor lidar untuk redundansi dan memastikan sistem tetap terjangkau bagi kendaraan massal.
“Ini adalah teknologi yang bisa dipasang pada mobil pasar massal dengan biaya efisien,” ujar Kendall.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.






