Keluhan dari penyewa hunian sosial mengenai kondisi properti yang buruk di Inggris meningkat lebih dari 40% dalam setahun terakhir, menurut laporan terbaru dari Housing Ombudsman Service. Kasus ekstrem termasuk seorang anak yang harus menempati kamar dengan jendela diboarding selama empat tahun.
Dalam periode hingga 31 Maret, ombudsman menerima 7.082 pengaduan terkait perbaikan yang tidak dilakukan dan masalah lain, termasuk perilaku antisosial. Jumlah ini naik 30% dibandingkan tahun sebelumnya. Khusus keluhan terkait kondisi properti, terjadi lonjakan 43%, jauh lebih tinggi dibanding kenaikan pengaduan secara keseluruhan.
Kasus Memprihatinkan dan Tindakan Ombudsman
Ombudsman melakukan 26.901 intervensi untuk memperbaiki masalah, dengan 40% kompensasi diberikan terkait kebocoran, lembap, dan jamur. Beberapa kasus mengkhawatirkan, seperti:
- Di Manchester, sebuah keluarga menutupi lubang di langit-langit ruang tamu dengan kantong sampah selama dua tahun, dengan risiko paparan asbes.
- Di London, seorang penyewa hidup tanpa pemanas dan air panas selama tiga tahun, sementara seorang anak harus tinggal di kamar dengan jendela yang diboarding selama empat tahun, menyebabkan cahaya dan keamanan terganggu.
- Seorang pengguna kursi roda tidak dapat mengakses kamar tidur dan kamar mandi selama dua tahun karena pintu yang terlalu sempit.
Total kompensasi yang diperintahkan ombudsman mencapai £5,4 juta, dengan rata-rata kompensasi per kasus turun menjadi £947, menandakan perbaikan dalam proses penyelesaian internal para pemilik properti.
Meskipun demikian, tingkat maladministrasi masih tinggi, 71% dari kasus terdampak, meskipun menurun dari 73% tahun sebelumnya. Kasus maladministrasi berat juga menurun menjadi 5%, dengan 714 temuan.
Landlord dengan Kasus Tinggi
Ada 120 pemilik properti yang lebih dari 75% pengaduan terhadap mereka terbukti benar, dan 131 landlord menerima setidaknya satu temuan maladministrasi berat. L&Q menjadi penyedia hunian dengan kasus maladministrasi berat terbanyak (77), diikuti Lambeth Council (40) dan Peabody Trust (34).
Richard Blakeway, Housing Ombudsman, menyatakan: “Tekanan berat masih dirasakan sebagian pemilik properti sosial, yang berdampak signifikan terhadap kehidupan penyewa. Namun, ada tanda-tanda awal perbaikan dalam penanganan keluhan.”
Langkah Pemerintah dan Regulasi Baru
Beberapa landlord menunjukkan peningkatan signifikan, sementara dua di antaranya – North Devon Homes dan Pickering & Feren Homes – tidak ditemukan melakukan kesalahan meski ada pengaduan.
Kementerian Perumahan Inggris menyatakan, “Progres telah dimulai, tetapi masih banyak yang harus dilakukan. Pemilik properti tidak boleh menyewakan rumah berbahaya.”
Awaab’s Law, dinamai dari Awaab Ishak yang meninggal karena jamur di rumah sosial pada 2020, mulai berlaku 27 Oktober. Undang-undang ini mewajibkan landlord melakukan perbaikan darurat dalam 24 jam, termasuk menangani lembap dan jamur, meski implementasi penuh ditunda hingga 2027.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.






