Lonjakan Pencarian Busana Vintage Armani Usai Wafatnya Giorgio Armani

Pencarian daring untuk busana vintage Armani meningkat tajam setelah Giorgio Armani meninggal dunia pada Kamis (4/9). Perancang mode asal Italia itu wafat pada usia 91 tahun setelah puluhan tahun memimpin rumah mode yang ia dirikan. Koleksi Armani, mulai dari jas mewah hingga jeans dan busana kasual Emporio Armani, kini kembali diburu penggemarnya.

Di platform Vinted, pasar barang bekas terbesar di Eropa, pencarian dengan kata “Armani” melonjak hampir tiga kali lipat dibanding hari biasanya. Sementara itu, situs resale mewah The RealReal di Amerika Serikat melaporkan kenaikan pencarian sebesar 212% dalam sehari. Data Google Trends juga menunjukkan peningkatan tajam pencarian “vintage Armani”, terutama dari Italia dan Inggris.

Pasar Busana Bekas Dipenuhi Koleksi Armani

Di aplikasi Vestiaire Collective, sejumlah pengguna mulai menjual koleksi lama mereka. Beberapa item langka yang ditawarkan antara lain blazer sutra hitam tahun 1990-an seharga 245 pound sterling serta jaket kulit kombinasi bulu kelinci keluaran 2002 seharga 571 pound sterling.

Ammar Boulai, pemilik butik second-hand Chez Ammar di Paris, menyebut minat pada jas Armani dari era 1970–1980-an bisa kembali meningkat. Model celana lebar dan bahan jatuh yang dahulu sulit terjual kini justru kembali populer. Ia menambahkan, Armani memproduksi banyak koleksi di berbagai lini merek sehingga masih ada peluang besar item lama bermunculan di pasar.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *