Kohl’s menaikkan perkiraan laba tahunan setelah strategi perombakan bisnis mulai menunjukkan hasil. Penurunan biaya dan pembaruan produk berhasil menarik kembali pelanggan, mendorong saham perusahaan melonjak hingga 20% pada perdagangan Rabu.
Kinerja Keuangan Menguat
Untuk kuartal kedua berturut-turut, penjualan Kohl’s melampaui ekspektasi analis. Perusahaan memperketat pengelolaan biaya, memangkas toko yang merugi, serta menata ulang lini produk, termasuk mengurangi bisnis perhiasan dan pakaian wanita yang kurang diminati.
Kohl’s kini memproyeksikan laba per saham antara 50 hingga 80 sen, naik dari perkiraan sebelumnya 10 hingga 60 sen. Pada kuartal yang berakhir 2 Agustus, laba bersih disesuaikan tercatat 56 sen per saham, jauh di atas konsensus analis sebesar 29 sen. Penurunan penjualan sebanding (comparable sales) hanya 4,2%, lebih baik dari perkiraan 5%.
Strategi Produk dan Pelanggan
Untuk menjaga minat konsumen di tengah inflasi, Kohl’s memperbanyak kupon diskon, menghadirkan produk baru pada label internal, serta memangkas pesanan dari merek yang menaikkan harga akibat tarif impor. Produk seperti tas ransel, sepatu, dan denim longgar dari Levi’s terbukti diminati saat musim belanja kembali ke sekolah.
Kemitraan dengan Sephora, yang sudah hadir di lebih dari 1.100 toko, juga membantu menarik pelanggan muda. Sementara itu, biaya operasional turun 4,1% dibanding tahun lalu, melanjutkan tren efisiensi dari kuartal sebelumnya.
Tantangan dan Prospek
Meski kinerja membaik, para analis menilai Kohl’s masih berada di “tengah pasar” yang sulit. Perusahaan harus terus memberikan diskon untuk menggerakkan penjualan sekaligus memperkuat identitas merek. Namun, kenaikan penjualan dan proyeksi laba baru memberi optimisme bahwa strategi perombakan membawa arah positif.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.