Produsen selai kacang Skippy, Hormel Foods, memproyeksikan laba kuartal keempat lebih rendah dari perkiraan analis. Hal ini disampaikan setelah perusahaan mencatat hasil laba kuartal ketiga yang tidak memenuhi target akibat lonjakan biaya bahan baku. Kabar tersebut membuat saham Hormel turun sekitar 7% pada perdagangan pra-pasar, Kamis (4/9).
CEO Jeff Ettinger menyatakan, tekanan biaya yang terjadi pada kuartal ketiga kemungkinan masih berlanjut hingga kuartal berikutnya. Ia menambahkan bahwa pemulihan laba baru akan terlihat pada tahun depan. Untuk menekan dampak biaya, perusahaan berencana kembali menaikkan harga produk.
Kinerja Kuartalan Hormel Foods
Pada kuartal yang berakhir 27 Juli, Hormel melaporkan laba bersih sebesar 35 sen per saham, di bawah perkiraan pasar 41 sen. Untuk kuartal keempat, perusahaan memperkirakan laba disesuaikan hanya berada di kisaran 38–40 sen per saham, jauh di bawah estimasi analis sebesar 49 sen menurut data LSEG.
Meski demikian, Hormel mencatat kenaikan 5% pada volume ritel produk kaya protein seperti daging kalkun dan bacon. Peningkatan ini terjadi setelah kuartal sebelumnya mencatat penurunan 7%.
Dari sisi penjualan, Hormel berhasil melaporkan pendapatan sebesar 3,03 miliar dolar AS, lebih tinggi dari prediksi analis 2,98 miliar dolar AS. Pertumbuhan ini ditopang kenaikan harga produk kalkun Jennie-O, yang diterapkan untuk mengimbangi biaya tambahan akibat wabah flu burung yang memengaruhi produksi.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.