Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memastikan masih tertarik mengikuti proses seleksi frekuensi 1,4 GHz yang digelar pemerintah. Perusahaan menjadi salah satu dari tujuh peserta yang telah mengambil akun sistem lelang elektronik (e-auction) sebagai syarat awal keikutsertaan.
Director and Chief Business Officer IOH, Muhammad Buldansyah, menegaskan perusahaan terus berkomitmen menghadirkan layanan digital yang bermanfaat bagi masyarakat. “Saat ini, kami masih melakukan kajian internal terkait aspek teknis, rencana bisnis, dan kebutuhan pelanggan ke depan,” ujarnya, Selasa (26/8/2025).
Proses Lelang Frekuensi 1,4 GHz
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah membuka seleksi pita frekuensi 1,4 GHz melalui pengumuman resmi pada 28 Juli 2025. Frekuensi yang dilelang mencakup rentang 1432–1512 MHz untuk layanan time division duplexing (TDD) di beberapa wilayah Indonesia.
Pada 14 Agustus 2025, Komdigi mengumumkan tujuh perusahaan yang telah mendaftar akun e-auction, yakni PT Telkom Indonesia Tbk., PT XLSMART Telecom Sejahtera, PT Indosat Tbk., PT Netciti Persada, PT Telekomunikasi Selular, PT Eka Mas Republik, dan PT Telemedia Komunikasi Pratama (afiliasi PT Solusi Sinergi Digital Tbk/WIFI).
Pengambilan akun e-auction dilakukan pada 11–13 Agustus 2025 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta. Sementara dokumen seleksi bisa diakses secara daring mulai 11 hingga 20 Agustus 2025.
Tujuan Seleksi Spektrum
Komdigi menekankan bahwa seleksi frekuensi ini bertujuan menentukan pengguna pita frekuensi 1,4 GHz sesuai regulasi terbaru. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan spektrum untuk layanan akses nirkabel pitalebar, memperluas jaringan fiber optik, meningkatkan kecepatan unduh, serta menghadirkan layanan internet terjangkau, terutama bagi masyarakat di wilayah perdesaan.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.






