Indonesia Buka Peluang Investasi Mineral Kritis untuk AS dan Negara Lain

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan peluang investasi mineral kritis di Indonesia terbuka bagi semua negara, termasuk Amerika Serikat (AS). Hal ini sejalan dengan kesepakatan kerangka kerja antara kedua negara yang mencakup negosiasi tarif impor.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebutkan, akses AS terhadap mineral kritis Indonesia bisa difasilitasi dengan syarat menghadirkan investor ke Tanah Air. Pemerintah akan menyiapkan area tambang mineral kritis untuk mendukung investasi tersebut.

Perlakuan Setara bagi Semua Negara

Menurut Bahlil, Indonesia menerapkan prinsip perlakuan setara dalam kerja sama investasi. Baik AS, Eropa, Afrika, maupun negara lain, akan mendapatkan proses bisnis yang sama tanpa perbedaan perlakuan.

“Bisnisnya sama. Equal treatment. Tidak ada beda. Mau Amerika, Afrika, atau Eropa, semuanya sama,” jelas Bahlil dalam acara di Jakarta, Jumat (8/8/2025).

Meski begitu, ia tidak merinci bentuk investasi yang diharapkan dari AS. Namun, Bahlil menegaskan bahwa proyek hilirisasi nikel dalam ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) juga akan mendapatkan perlakuan setara.

Fokus pada Ekosistem Baterai EV

Bahlil berjanji akan memberi perhatian penuh pada investasi ekosistem baterai mobil listrik, tanpa membedakan asal negara. “Kalau ada yang bangun ekosistem baterai mobil, saya sendiri yang akan mengurusnya,” tegasnya.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *