Sejumlah startup ternama di Indonesia akhirnya menghentikan operasional mereka akibat berbagai tekanan pasar dan pandemi Covid-19. Dari Zenius hingga JD.ID, beberapa perusahaan terpaksa menutup layanan dan merumahkan karyawan.
Daftar Startup yang Tutup
1. Zenius
Pada awal 2024, Zenius menghentikan operasional sementara. Startup edukasi ini, pemilik jaringan bimbingan belajar Primagama, menyebut penghentian disebabkan “tantangan operasional.” Pihak Zenius memastikan akan terus berupaya mewujudkan visinya membangun Indonesia yang cerdas.
2. Rumah.com
Platform marketplace properti Rumah.com ditutup Agustus lalu oleh PropertyGuru. Sebanyak 61 pegawai terkena PHK. CEO PropertyGuru, Hari V. Krishnan, menyatakan keputusan ini sulit diambil dan menyadari dampaknya terhadap karyawan serta pelanggan. Layanan resmi berakhir pada 30 November 2023.
3. JD.ID
JD.ID menutup seluruh layanannya pada 31 Maret 2023. Penutupan diumumkan melalui laman resmi, dengan alasan strategi perusahaan untuk fokus pada logistik dan jaringan rantai pasok internasional. Penerimaan pesanan dihentikan sejak 15 Februari 2023.
4. Airy Rooms
Airy Rooms menghentikan operasional pada 31 Mei 2020. Bisnis hotel aggregator ini terpukul pandemi Covid-19, yang hampir menghancurkan pasar penginapan. CEO Louis Alfonso Kodoatie menekankan keputusan diambil dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang sulit.
5. Fabelio
Startup furnitur dan interior Fabelio dinyatakan pailit berdasarkan putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 5 Oktober 2022. Sebelumnya, perusahaan sempat tidak membayar gaji dan BPJS karyawan, memicu masalah internal serius.
6. Sorabel
Sorabel resmi berhenti beroperasi pada 30 Juli 2020. Surat internal kepada karyawan menyatakan proses likuidasi dilakukan karena kehabisan modal dan kesulitan memperoleh pendanaan baru di tengah pandemi.
7. Stoqo
Stoqo, penyedia bahan makanan segar untuk bisnis, menutup layanan pada 22 April 2020. Pandemi menjadi faktor utama yang merusak model bisnis B2B mereka. Perusahaan sempat mempekerjakan sekitar 250 orang dan didukung investor ternama.
8. Qlapa
Qlapa menutup operasional pada 2019 karena tidak mampu bersaing dengan e-commerce besar seperti Tokopedia dan Bukalapak. Startup ini sebelumnya fokus memberdayakan perajin lokal.
9. CoHive
CoHive, penyedia coworking space, diputus pailit oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 18 Januari 2023. CoHive awalnya didirikan pada 2015 sebagai EV Hive oleh East Ventures.
10. Beres.id
Beres.id, anak usaha Kaodim asal Malaysia, menghentikan layanan per 1 Juli 2022. Kaodim menutup semua anak usaha di Asia Tenggara karena strategi perusahaan yang lebih luas, meski telah mengumpulkan pendanaan US$17,6 juta sejak 2015.
Penutupan startup ini menunjukkan tekanan berat yang dialami sektor teknologi dan bisnis digital selama pandemi dan tantangan modal. Banyak perusahaan terpaksa menyesuaikan strategi atau menghentikan operasional demi kelangsungan bisnis induknya.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
