Prax Lindsey Oil Refinery Kolaps Usai Terungkap Irregularitas Pinjaman £783 Juta

Prax Lindsey
Sumber Foto : Canva

Prax Lindsey Oil Refinery di Humber, Inggris Utara, resmi bangkrut setelah ditemukan “irregularitas material” dalam fasilitas pinjaman sebesar £783 juta. Pinjaman yang diatur HSBC pada 2021 itu menjadi sumber utama pendanaan grup induk, State Oil, namun justru memicu runtuhnya bisnis.

Administrasi perusahaan dilakukan oleh Teneo, yang mengungkap adanya utang pajak lebih dari £70 juta kepada HM Revenue and Customs (HMRC). Jika digabung dengan kewajiban unit kilang yang sedang dilikuidasi, total tunggakan terhadap negara diperkirakan mencapai £250 juta.

Utang dan Dampak ke Kreditur

Laporan Teneo menunjukkan lebih dari £1,5 miliar pinjaman antarperusahaan belum terselesaikan. Kreditur besar seperti Shell, Glencore, dan Deloitte tercatat mengalami kerugian, sementara 171 karyawan State Oil menunggu pembayaran gaji dan pesangon senilai £4,2 juta. Dari jumlah itu, 45 orang telah kehilangan pekerjaan.

Glencore, sebagai pemasok utama minyak mentah, segera mengambil alih kendali pasokan ketika Prax gagal membayar. Akibatnya, penjualan produk seperti bensin dan bahan bakar jet terhenti tanpa persetujuan perusahaan dagang global tersebut. Hal ini mempercepat runtuhnya kilang yang baru dibeli Prax dari Total pada 2021.

Investigasi dan Tindakan Hukum

Teneo juga melayangkan gugatan pelanggaran fiduciary duty terhadap pemilik Prax Group, Winston Soosaipillai—yang dikenal dengan nama Sanjeev Kumar. Pemerintah Inggris dilaporkan kesulitan melacak keberadaannya setelah perusahaan kolaps, sementara Menteri Energi Michael Shanks mendesak keluarga Soosaipillai untuk memberikan kompensasi kepada pekerja yang dirugikan.

Selain kilang, Prax Lindsey masih memiliki aset berupa ladang minyak Laut Utara, tiga kapal tanker, serta ratusan stasiun pengisian bahan bakar. Nilainya diperkirakan £112,2 juta dan sedang dijajaki untuk dijual demi menutup kewajiban.

Namun, laporan administrator menyebut hasil pemulihan dana bagi kreditur masih tidak pasti. Proses hukum dan investigasi pemerintah diperkirakan akan menjadi penentu akhir nasib para pihak yang terdampak runtuhnya kilang ini.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *