Pemerintah Inggris tengah mengkaji kemungkinan penerapan pajak rumah mewah guna menambah pemasukan negara. Langkah ini dipertimbangkan setelah Kanselir Keuangan Rachel Reeves menegaskan tidak akan menaikkan pajak penghasilan, PPN, maupun asuransi nasional.
Wacana Pajak Baru pada Properti
Salah satu opsi yang dilaporkan adalah penghapusan pengecualian pajak keuntungan modal (capital gains tax) untuk rumah utama dengan nilai di atas £1,5 juta. Jika diberlakukan, pemilik rumah yang menjual properti tersebut akan dikenai pajak 18% bagi pembayar tarif dasar dan 24% bagi pembayar tarif tinggi. Skema ini diperkirakan dapat menghasilkan dana antara £30–£40 miliar untuk memperbaiki kondisi fiskal tanpa melanggar janji kampanye Reeves.
Selain itu, sejumlah opsi lain turut dipertimbangkan, termasuk usulan think tank Onward yang menyarankan pungutan tahunan progresif atas rumah bernilai lebih dari £500.000. Sementara itu, laporan Guardian menyebut adanya wacana mengganti bea materai (stamp duty) dengan pajak properti nasional yang dibayar saat rumah dijual.
Potensi Dampak dan Kritik
Rencana ini menuai pro dan kontra. Pihak yang menolak menilai pajak tambahan dapat menghambat pemilik rumah lanjut usia untuk pindah ke hunian lebih kecil dan melemahkan pasar properti. Namun, sebagian pihak berpendapat sistem pajak Inggris perlu lebih adil dan kekayaan yang tersimpan dalam properti tidak bisa diabaikan dalam upaya menutup kekurangan anggaran.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.






