CEO Target Mundur, Penjualan Tertekan Imbas Boikot Pelanggan

CEO Target
Sumber Foto : Canva

Target umumkan pergantian pimpinan setelah menghadapi boikot pelanggan yang berdampak pada penurunan penjualan.

Perusahaan ritel asal Amerika Serikat ini menyatakan Brian Cornell akan lengser dari posisi CEO pada 2026. Cornell, yang memimpin sejak 2014, akan digantikan oleh Michael Fiddelke, saat ini menjabat Chief Operating Officer.

Penurunan Penjualan dan Tekanan Boikot

Target, yang memiliki hampir 2.000 gerai di seluruh AS, melaporkan penjualan kuartal I 2025 turun lebih besar dari perkiraan. Perusahaan juga memperingatkan tren penurunan akan berlanjut sepanjang tahun, dipicu kekhawatiran ekonomi, tarif impor, serta boikot pelanggan.

Sejumlah konsumen menyatakan berhenti berbelanja di Target setelah perusahaan mengurangi inisiatif keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) pada Januari lalu. Kebijakan itu menuai kritik dari kelompok progresif sekaligus tekanan dari pemerintahan Trump.

Survei pada Februari menunjukkan perubahan kebiasaan belanja masyarakat terkait sikap perusahaan terhadap isu DEI. Bahkan, lebih dari 250.000 orang menandatangani petisi boikot setelah seruan “Target Fast” dari pendeta Jamal Bryant di Georgia.

Kinerja Keuangan Terus Melemah

Laba bersih Target turun 21% pada kuartal II 2025. Penjualan juga melemah dengan penurunan 1,9% pada kategori comparable sales, mencakup gerai fisik maupun kanal daring. Dalam sepuluh kuartal terakhir, delapan di antaranya mencatat hasil stagnan atau negatif.

Perusahaan sebelumnya juga dikritik pada 2024 karena memangkas koleksi produk bertema LGBTQ+ untuk Pride Month, setelah mendapat sorotan kelompok konservatif.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *