Pemerintah Ambil Alih Pabrik Baja Inggris, Nasib 1.500 Pekerja Masih Tak Pasti

industri baja Inggris
Sumber Foto : Canva

Industri baja Inggris kembali diguncang. Pemerintah resmi mengambil alih kendali pabrik baja di Rotherham dan Sheffield setelah Speciality Steels UK (SSUK), anak usaha Liberty Steel, dinyatakan bangkrut. Putusan pengadilan ini menimbulkan ketidakpastian bagi hampir 1.500 pekerja pabrik baja yang bergantung pada perusahaan tersebut.

Perusahaan Dinyatakan Bangkrut

Pengadilan tinggi mengabulkan permintaan kreditur untuk melakukan likuidasi terhadap SSUK, yang memiliki utang ratusan juta pound. Perusahaan hanya menyisakan dana sekitar £600.000, sementara beban gaji bulanan mencapai £3,7 juta. Hakim menilai kondisi keuangan perusahaan sudah “sangat tidak memungkinkan” untuk bertahan.

SSUK kini berada di bawah pengawasan official receiver yang ditunjuk pemerintah, dengan bantuan konsultan Teneo sebagai pengelola khusus. Pemerintah memastikan biaya operasional dan gaji karyawan tetap ditanggung selama proses pencarian pembeli baru.

Rencana Gagal Sanjeev Gupta

Pendiri Liberty Steel, Sanjeev Gupta, melalui tim hukumnya sempat mengajukan penundaan sidang selama empat minggu agar dapat menyelamatkan bisnis lewat skema pre-pack administration. Skema itu memungkinkan perusahaan menjual asetnya kepada investor yang siap menyuntikkan modal, termasuk BlackRock dan Fidera. Namun, hakim menolak rencana tersebut dan menegaskan proses likuidasi lebih tepat dilakukan melalui pengelola independen.

Kreditur juga menyoroti transparansi keuangan Liberty Steel. SSUK belum mempublikasikan laporan keuangan sejak 2019, sementara perusahaan induknya di Singapura juga sedang menghadapi proses kepailitan.

Implikasi Bagi Industri Baja Inggris

Langkah pemerintah ini menambah daftar panjang intervensi terhadap industri baja Inggris, setelah sebelumnya mengambil alih British Steel di Scunthorpe pada April lalu. Industri baja nasional menghadapi tekanan berat akibat harga energi yang tinggi, produk impor lebih murah, serta hambatan ekspor ke Amerika Serikat karena tarif 25% yang diberlakukan sejak era Trump.

Serikat pekerja menyebut keputusan pengadilan ini sebagai “tragedi baru bagi baja Inggris”. Chris Williamson, perwakilan serikat di pabrik Rotherham yang telah bekerja lebih dari 25 tahun, menegaskan para pekerja pabrik baja membutuhkan kepastian soal gaji dan pensiun. “Kami hanya ingin segera kembali memproduksi baja,” ujarnya.

Sementara itu, pemerintah menyatakan akan mengumumkan strategi baja nasional akhir tahun ini untuk memastikan keberlangsungan produksi domestik, terutama demi kebutuhan sektor pertahanan.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *