Pasar kerja Inggris menghadapi tekanan serius. Data terbaru menunjukkan jumlah pegawai dalam daftar gaji perusahaan turun pada Juli, sementara pertumbuhan upah melambat pada kuartal kedua. Bagi Kanselir Rachel Reeves, situasi ini menjadi kabar buruk, mengingat pemulihan ekonomi menjadi prioritas utama pemerintahannya.
Sejak pemilu umum tahun lalu, jumlah pekerja di payroll telah berkurang 164.000 orang. Pada Juli saja, pengusaha memangkas sekitar 8.000 posisi. Tingkat pengangguran resmi bertahan di 4,7% pada tiga bulan hingga Juni, lebih tinggi dibanding 4,2% saat Reeves mulai menjabat dan menjadi level tertinggi sejak 2021.
Tekanan dari Pajak dan Inflasi
Ekonom menilai pelemahan ini dipicu dua faktor utama: prospek ekonomi yang suram dan kenaikan kontribusi asuransi nasional (NICs) sebesar £25 miliar yang diterapkan sejak April. Dampaknya paling besar dirasakan di sektor ritel dan perhotelan, yang banyak bergantung pada kontrak fleksibel dan pekerja bergaji rendah.
Niat perusahaan untuk merekrut tenaga kerja baru pun merosot tajam. Faktor eksternal seperti perang dagang yang dipicu Donald Trump, inflasi yang kembali naik, konsumsi lemah, serta suku bunga tinggi semakin menekan kepercayaan pelaku usaha.
Bank of England telah memangkas suku bunga ke 4% pekan lalu untuk mendukung pertumbuhan. Namun, bank sentral memperingatkan bahwa inflasi bisa kembali memuncak hingga 4% pada September. Kondisi ini berisiko menggerus daya beli pekerja, karena kenaikan gaji diperkirakan melambat ke level 3,75% pada akhir tahun.
Dampak ke Pekerja dan Langkah Lanjutan
Pertumbuhan upah riil pada tiga bulan hingga Juni tercatat hanya 1,5% untuk gaji pokok dan 1,1% untuk total gaji termasuk bonus. Tren ini diperkirakan akan melemah lebih lanjut, sehingga rumah tangga kembali menghadapi tekanan keuangan.
Meski demikian, jumlah pemberitahuan resmi PHK (HR1) masih relatif stabil. Artinya, penurunan tenaga kerja berlangsung bertahap dan belum seburuk prediksi kelompok bisnis. Bagi pemerintah, hal ini menjadi sinyal bahwa kebijakan fiskal berikutnya perlu dirancang hati-hati agar tidak memperparah tekanan pada pekerja.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : theguardian.com
