Smithfield Foods Naikkan Proyeksi Laba Setelah Bisnis Babi Pulih

Smithfield Foods
Sumber Foto : Canva

Smithfield Foods meningkatkan perkiraan laba operasional tahunannya pada Selasa (19/8/2025), didorong oleh pemulihan bisnis babi dari kerugian sebelumnya. Perusahaan pengolah daging terbesar di AS ini juga melanjutkan ekspor ke China yang sempat terhenti akibat tarif tinggi.

Penjualan dan laba disesuaikan Smithfield untuk kuartal hingga 29 Juni naik dibanding periode yang sama tahun lalu. Namun, saham perusahaan turun sekitar 1% karena laba operasional kuartalan di divisi daging olahan dan daging segar menurun.

Permintaan Konsumen Masih Hati-hati

Seperti pesaing di sektor ritel, Smithfield mencatat permintaan konsumen yang berhati-hati akibat inflasi. Harga konsumen di AS naik moderat pada Juli, dan para ekonom memperingatkan dampak tarif tinggi yang diterapkan pemerintah sebelumnya masih akan terasa. CEO Smithfield, Shane Smith, menyatakan, “Anggaran konsumen tetap ketat.”

Untuk mengurangi risiko, Smithfield menurunkan jumlah babi yang dipelihara sendiri dan lebih banyak membeli dari peternak lain. Perusahaan memperkirakan produksi babi tahun ini mencapai sekitar 11,5 juta ekor, turun dari 14,6 juta ekor pada 2024. Biaya pakan, yang biasanya menjadi pengeluaran terbesar, juga menurun karena harga gandum yang rendah.

Laba Bisnis Babi Meningkat, Tantangan Ekspor Masih Ada

Bisnis babi berhasil membalik kerugian kuartalan menjadi laba operasional $22 juta, dibanding rugi $2 juta tahun lalu. Smithfield memperkirakan laba operasional 2025 disesuaikan mencapai $1,15–1,35 miliar, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya $1,10–1,30 miliar. Perusahaan ini merupakan anak usaha mayoritas WH Group yang berbasis di Hong Kong.

Smithfield menyesuaikan strategi ekspor daging segar karena tarif China sempat tinggi. Pada kuartal terakhir, laba divisi daging segar turun 39% menjadi $35 juta, meski penjualan naik 5% menjadi $2,1 miliar. Ekspor menyumbang 13% dari total penjualan, dengan 3% untuk pasar China. Shane Smith menegaskan perusahaan meminimalkan dampak tarif dengan menjual ke negara lain sebelum melanjutkan pengiriman ke China.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : reuters.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *