Bata India melaporkan penurunan laba kuartal pertama tahun ini, terdampak oleh kenaikan biaya operasional serta tren konsumsi yang melambat di kota-kota besar. Perusahaan mengeluarkan 47,8 juta rupee (sekitar $545.251) untuk skema pensiun sukarela di salah satu pabriknya. Sebagai perbandingan, pada kuartal yang sama tahun sebelumnya, Bata mencatat keuntungan 1,34 miliar rupee dari penjualan sebidang tanah.
Kenaikan biaya hampir 1% dibanding periode sebelumnya, sementara pendapatan menurun 0,3%. Kondisi ini membuat laba konsolidasi sebelum pos luar biasa dan pajak turun 10% menjadi 748,5 juta rupee untuk kuartal yang berakhir 30 Juni.
Perlambatan Konsumsi Menekan Penjualan
Perlambatan konsumsi di pusat-pusat kota India memengaruhi margin Bata. Perusahaan yang menjual sepatu, sandal, ikat pinggang kulit, dan tas ini mencatat bahwa penjualan di toko fisik menurun akibat cuaca dan tren belanja yang lebih hati-hati.
Untuk mengatasi situasi ini, Bata mengadopsi strategi volume-led growth dengan menurunkan harga beberapa produk di toko serta menambah pilihan sepatu yang lebih terjangkau. Strategi ini bertujuan mendorong keputusan pembelian konsumen dan meningkatkan footfall di gerai fisik.
Optimisme dan Prospek ke Depan
Meski menghadapi tantangan di kuartal pertama, Bata India tetap optimistis terhadap pemulihan konsumsi untuk sisa tahun 2025. Perusahaan menilai kondisi pasar akan membaik seiring membaiknya cuaca dan peningkatan aktivitas belanja di pusat-pusat kota.
Keyphrase utama seperti Bata India dan laba kuartal pertama muncul secara alami di beberapa bagian artikel, termasuk di paragraf pembuka dan penjelasan strategi perusahaan.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : reuters.com
