Konsumen Mobil Berpeluang Terima Kompensasi Miliaran Pound dari Skandal Pembiayaan Mobil

kompensasi pembiayaan mobil
Sumber Foto : Canva

FCA Siapkan Skema Kompensasi Skandal Pembiayaan Mobil

Jutaan konsumen mobil di Inggris berpeluang mendapatkan kompensasi besar setelah Financial Conduct Authority (FCA) mengumumkan rencana membuka skema redress terkait skandal pembiayaan mobil. Skema ini diperkirakan akan membebani bank hingga antara £9 miliar hingga £18 miliar ketika mulai membayar kompensasi pada tahun depan.

Meski demikian, besaran kompensasi yang diterima setiap pengemudi diperkirakan tidak akan melebihi £950 per klaim. Skema ini akan menargetkan para konsumen yang dirugikan oleh praktik komisi diskresioner yang dilarang sejak 2021. Komisi ini memungkinkan dealer mobil mendapatkan keuntungan lebih tinggi jika konsumen memilih pinjaman dengan bunga lebih besar.

Dampak dan Proyeksi Besaran Kompensasi

Sekitar 14,6 juta kontrak pembiayaan mobil antara 2007 dan 2020 diduga mengandung praktik komisi diskresioner tersebut. Selain itu, FCA juga akan mengkaji klaim terkait praktik lain yang dianggap merugikan konsumen, mencakup periode hingga 2024.

Sebelumnya, Mahkamah Agung membatalkan sebagian putusan yang menyatakan bahwa semua komisi diskresioner ilegal, namun menguatkan bahwa komisi yang sangat besar dan tidak dijelaskan secara jelas bisa dianggap tidak adil. Jika putusan awal tetap berlaku, kerugian bagi industri pembiayaan bisa mencapai £44 miliar, mendekati skandal klaim perlindungan pembayaran (PPI).

Nikhil Rathi, CEO FCA, menegaskan bahwa sejumlah perusahaan telah melanggar hukum dan aturan, sehingga kompensasi adalah hal yang adil bagi konsumen. FCA berencana membuat skema yang mudah diakses tanpa perlu menggunakan jasa pihak ketiga seperti firma hukum, agar konsumen mendapatkan lebih banyak uang tanpa potongan besar.

FCA menargetkan skema ini bisa mulai membayar klaim pada tahun depan setelah proses konsultasi yang dimulai Oktober.

Tantangan dan Harapan dari Skema Kompensasi

Industri pembiayaan kendaraan mengingatkan bahwa biaya kompensasi besar bisa memaksa beberapa pemberi pinjaman mengurangi atau menaikkan harga pinjaman yang terjangkau. FCA pun harus menjaga agar konsumen tetap bisa mengakses pinjaman kendaraan dengan biaya yang wajar.

Sementara itu, tokoh konsumen seperti Martin Lewis dan Alex Neill menyatakan perlunya transparansi dan kecepatan dalam proses ini. Kepercayaan publik terhadap skema ini akan sangat bergantung pada pelaksanaan yang adil dan efisien oleh regulator dan industri.

FCA juga meminta para pemilik kendaraan yang merasa dirugikan untuk langsung menghubungi pemberi pinjaman mereka. Konsumen yang sudah mengajukan pengaduan tidak perlu melakukan langkah tambahan karena proses klaim akan ditunda sampai akhir tahun.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : theguardian.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *