BP mengumumkan penemuan minyak dan gas terbesar dalam dua setengah dekade terakhir di lepas pantai Brasil. Penemuan ini berada di cekungan Santos, di kedalaman sekitar 2.400 meter dan sekitar 400 kilometer dari garis pantai Brasil. Ini menjadi temuan minyak ke-10 BP tahun ini dan diperkirakan yang terbesar sejak penemuan ladang gas Shah Deniz di Azerbaijan pada 1999.
Perusahaan masih melakukan pengujian untuk menilai potensi penuh dari cekungan ini. Penemuan ini diperkirakan akan mendukung target BP untuk meningkatkan produksi minyak dan gasnya hingga mencapai 2,3 hingga 2,5 juta barel setara minyak per hari.
Selain di Brasil, BP juga memulai proyek perluasan minyak di Teluk Meksiko. Proyek Argos diprediksi akan menambah 20.000 barel minyak per hari dan menjadi proyek pertama dari serangkaian pengembangan baru di kawasan tersebut hingga akhir dekade ini.
Fokus Kembali pada Produksi Minyak dan Gas
BP mulai menggeser fokusnya kembali ke bahan bakar fosil setelah sebelumnya menargetkan pengembangan energi terbarukan seperti angin lepas pantai. Gordon Birrell, kepala produksi minyak dan gas BP, menyebutkan penemuan ini sebagai keberhasilan besar yang mempertegas komitmen perusahaan untuk memperbesar kapasitas produksi hulu.
Brazil menjadi pasar strategis bagi BP, yang berencana menjadikan negara tersebut sebagai pusat produksi minyak dan gas yang signifikan. Selain penemuan di cekungan Santos, BP juga telah mengumumkan penemuan baru di Trinidad, Mesir, Libya, Namibia, Angola, dan Teluk Meksiko tahun ini.
Namun, strategi BP untuk menjadi perusahaan energi “net zero” menghadapi banyak kendala. Dampak pandemi Covid-19 dan situasi geopolitik, seperti invasi Rusia ke Ukraina, membuat perusahaan mencatat kerugian besar dan menjual sebagian asetnya, termasuk saham di perusahaan minyak Rusia Rosneft.
Meski terus mengembangkan bisnis energi terbarukan, BP juga mengurangi portofolio angin onshore di Amerika Serikat dan meluncurkan joint venture offshore wind bersama perusahaan Jepang Jera senilai hingga £4,5 miliar, sebagai upaya mempertahankan akses ke energi rendah karbon sambil menguatkan bisnis minyak dan gasnya.
BP juga mengalami guncangan internal dengan pemecatan mantan CEO Bernard Looney karena masalah transparansi. Saham BP yang melemah menimbulkan kekhawatiran soal potensi pengambilalihan perusahaan oleh rival, meski Shell telah membantah rumor tersebut.
Investor aktif seperti hedge fund Elliott Management kini memiliki saham signifikan dan mendorong perubahan strategi perusahaan. Baru-baru ini mereka mengumumkan pergantian ketua dewan dari Helge Lund ke Albert Manifold mulai Oktober mendatang.
Situasi Pasar Minyak Global
Pengumuman penemuan ini bertepatan dengan keputusan OPEC+ untuk menaikkan produksi minyak sebanyak 547.000 barel per hari mulai September. Kenaikan ini bertujuan mengembalikan pangsa pasar yang sempat turun akibat pandemi. Harga minyak Brent sempat turun 2% ke level sekitar $68 per barel setelah pengumuman tersebut.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : theguardian.com






