Salah satu produsen roti terbesar dunia, Grupo Bimbo, mengumumkan rencana untuk menghapus seluruh pewarna buatan dari produknya paling lambat akhir 2026. Langkah ini diambil seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap pilihan pangan yang lebih sehat.
Dalam jangka pendek, perusahaan asal Meksiko ini menargetkan seluruh produk roti, roti lapis, dan sarapan mereka memiliki rating nutrisi minimal 3,5 bintang sebelum akhir 2025. Bimbo juga berkomitmen menyederhanakan komposisi resep dan meningkatkan nilai gizi produknya hingga 2030.
Komitmen Kesehatan dan Dampak Global
Menurut para ilmuwan, zat pewarna sintetis seperti Red 40 dan Yellow 5 berisiko menimbulkan gangguan perilaku, alergi, hingga masalah pernapasan, terutama pada anak-anak. Beberapa negara dan wilayah, termasuk di Amerika Serikat, bahkan telah menerapkan pembatasan atau label peringatan atas penggunaan zat tersebut.
Grupo Bimbo memperkirakan mereka menjadi pemasok roti terbesar di dunia, dengan penguasaan pasar sekitar 4% dari industri makanan panggang global yang nilainya mencapai 641 miliar dolar AS. Perusahaan menjual ribuan produk roti dan camilan kemasan di berbagai negara, menghasilkan penjualan sebesar 22 miliar dolar AS pada tahun lalu.
Meskipun mengubah resep, manajemen menilai penghapusan pewarna buatan tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap biaya produksi.
“Seluruh produk kami akan bebas dari pewarna buatan sebelum akhir 2026. Dan pada 2030, 100% roti dan camilan kami akan menggunakan resep yang sederhana dan alami,” ujar CEO Bimbo, Rafael Pamias, dalam sesi paparan kepada analis.
Ia juga menambahkan bahwa konsumen muda kini lebih tertarik pada manfaat fungsional produk, dan ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan perubahan jangka panjang.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : reuters.com
