TOBA Genjot Bisnis Hijau, Pendapatan dari Limbah Kini Capai 35%

energi bersih TOBA
Sumber Foto : Canva

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) terus memperkuat transformasi menuju energi bersih TOBA melalui berbagai langkah nyata sepanjang semester pertama 2025. Perusahaan mengambil langkah strategis dengan melepas aset pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara, mengembangkan pembangkit mini-hydro dan tenaga surya, hingga ekspansi ke bisnis kendaraan listrik dan bisnis pengelolaan limbah.

Transformasi tersebut mulai terlihat dalam kinerja keuangan perusahaan. Meski sektor batu bara mengalami tekanan akibat melemahnya harga dan permintaan global, TOBA tetap mampu menjaga stabilitas performa. Penurunan pendapatan dari batu bara mulai terkompensasi oleh kontribusi dari sektor baru, salah satunya bisnis pengelolaan limbah.

Segmen Limbah Sumbang Pertumbuhan Signifikan

Pada Juni 2025, TOBA berhasil merampungkan divestasi dua aset PLTU—PT Minahasa Cahaya Lestari (MCL) dan PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP)—dengan total nilai lebih dari USD 400 juta. Dana hasil divestasi tersebut kemudian dialihkan ke sektor ramah lingkungan melalui akuisisi dua perusahaan milik Sembcorp Environment asal Singapura: Sembcorp Environment Pte. Ltd. dan Sembcorp Enviro Facility Pte. Ltd.

Menurut Direktur TBS, Juli Oktarina, bisnis pengelolaan limbah merupakan komponen kunci dalam transformasi jangka panjang perusahaan. Selain berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan, sektor ini dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang menjanjikan.

Unit bisnis ini mencatatkan pendapatan sebesar USD 59,6 juta dan EBITDA mencapai USD 10 juta hingga akhir Juni 2025. Dengan margin EBITDA sebesar 17%, kinerja ini dinilai lebih efisien dibandingkan margin dari sektor batu bara. Saat ini, bisnis pengelolaan limbah menyumbang 35% terhadap total pendapatan TOBA, meningkat tajam sebesar 834% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, bisnis batu bara dan perdagangan masih menghadapi tekanan akibat turunnya harga acuan global (NEWC Index) serta penurunan volume penjualan. Namun, manajemen menegaskan bahwa tekanan ini bersifat sementara dan sejalan dengan strategi energi bersih TOBA untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : bisnis.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *