Produsen cokelat premium Lindt & Sprüngli meningkatkan proyeksi organic growth-nya untuk tahun 2025 menjadi 9–11%, naik dari target sebelumnya yang berada di kisaran 7–9%. Revisi ini dipicu oleh lonjakan pertumbuhan penjualan Lindt di kawasan Eropa, meski volume secara keseluruhan tertekan karena dampak dari harga kakao tinggi.
Selama paruh pertama tahun ini, perusahaan mencatat pertumbuhan organik sebesar 11,2%, dengan wilayah Eropa mencatat peningkatan tajam sebesar 17,7%. Namun, performa Lindt di Amerika Utara masih tertahan, hanya tumbuh 3,6%, dipengaruhi oleh lemahnya daya beli konsumen. Analis dari Baader Helvea pun menyoroti lemahnya volume penjualan di kawasan ini, meskipun strategi kenaikan harga diterapkan merata di seluruh wilayah.
Harga Naik, Volume Turun
Lindt menaikkan harga produk rata-rata sebesar 15,8% untuk menyesuaikan dengan lonjakan biaya bahan baku, terutama kakao. CEO Adalbert Lechner menyatakan bahwa perusahaan tetap akan menaikkan harga lagi pada tahun mendatang, meski tidak setinggi tahun ini.
Dampak dari harga kakao tinggi dan volume yang menurun turut menekan kinerja keuangan. Laba operasional semester pertama turun 11% menjadi 259,2 juta franc Swiss (sekitar USD 325,2 juta), lebih rendah dari ekspektasi pasar. Akibatnya, saham Lindt sempat turun sekitar 7% di pertengahan hari perdagangan—penurunan harian terbesar sejak Maret 2020.
Strategi Pasar dan Antisipasi Tarif Baru
Meski menghadapi tantangan, perusahaan berharap pasar Amerika Utara akan membaik di paruh kedua tahun 2025. Lechner menyebut telah ada pemesanan yang mulai masuk untuk mendukung ekspektasi tersebut. Sementara itu, pertumbuhan di Eropa diperkirakan akan kembali normal setelah lonjakan kuat dalam enam bulan pertama.
Seiring rencana penerapan tarif baru oleh Amerika Serikat per 1 Agustus, Lindt juga tengah meninjau ulang strategi pasokan globalnya. Sebelumnya, perusahaan sempat menyatakan akan mengalihkan pasokan ke Kanada dari pabrik di Eropa guna menghindari tarif balasan, meski hingga kini strategi tersebut belum secara resmi diterapkan.
Saat ini, sekitar 95% produk Lindt yang dijual di AS diproduksi langsung di lima pabrik dalam negeri, dengan sebagian juga menyuplai pasar Kanada.
Performa Lindt mencerminkan dinamika industri makanan premium di tengah fluktuasi harga bahan baku global. Dengan strategi harga dan distribusi yang terus disesuaikan, perusahaan berharap tetap kompetitif di pasar global.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : reuters.com






